У нас вы можете посмотреть бесплатно Projek Bhinneka Tunggal Ika или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#smanegeri13semarang #smagalasprogresif #smagalashebat SMAN 13 Semarang mempersembahkan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Kebhinekaan Global pada tanggal 9 Mei 2023 pada jenjang kelas X fase E. SMAN 13 Semarang sebagai sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023 memilih tema Bhinneka Tunggal Ika yang dikemas dalam penampilan budaya dan konflik sosial. Berbeda dengan gelar karya sebelumnya yang menampilkan kreasi sendratari, gelar karya kali ini siswa mengekspresikan ruang kelas sebagai media penggambaran Bhinneka Tunggal Ika. Sebelum pelaksanaan Gelar Karya P5 Bhinneka Tunggal Ika, siswa terlebih dahulu diberikan berbagai materi pengenalan terkait Bhinneka Tunggal Ika. Siswa diajak mengenali dan menggali lebih dalam berbagai keragaman individu dan budaya. Guna menguatkan pengetahuan siswa, SMAN 13 Semarang menghadirkan pada tanggal 8 Mei 2023 Ismail S,Pd., M.Pd., dari SMAN 12 Semarang yang membawakan materi inklusi dan kebhinekaan global. Melalui materi tersebut pembicara ingin agar siswa memiliki kepekaan terhadap keberagaman berbagai aspek di masyarakat sehingga memunculkan kedewasaan berpikir dan memiliki rasa toleransi yang tinggi. Puncak kegiatan ditutup dengan Gelar Karya P5 dengan tema Bhinneka Tunggal Ika pada tanggal 9 Mei 2023. Siswa mengkreasikan kelas sebagai wadah menggambarkan masing – masing wilayah yang ditugaskan. Dalam satu kelas terdapat berbagai macam kreasi seperti replika rumah adat, olahan makanan, dokumentasi suku, barang kerajinan serta ornamen khas tiap daerah. Ada beberapa siswa yang memberikan penampilan berupa tarian, nyanyian dan permainan tradisional. Selain itu siswa juga menampilkan isu – isu dari masing – masing suku seperti konflik Sampit di Kalimantan dan permasalahan Freeport di Papua. Bapak Rusmiyanto selaku kepala sekolah SMAN 13 Semarang memberikan apresiasi terhadap kreatifitas siswa. “Melalui Projek P5 siswa mampu belajar keberagaman seluruh Indonesia dalam ruang – ruang kelas di SMAN 13 Semarang. Saya berharap melalui projek ini siswa dapat lebih aktif mengenal, menghargai dan menumbuhkan rasa menghormati terhadap keberagaman budaya Indonesia sehingga dapat membangun masyarakat yang inklusif dan bertoleransi tinggi terhadap perbedaan” ujarnya. Tidak hanya siswa kelas X yang mengekpresikan Bhinneka Tunggal Ika, bapak ibu guru pun memiliki inisiatif menggunakan pakaian adat sebagai bentuk dukungan kesuksesan acara Gelar Karya P5. Bapak ibu guru turut serta datang ke kelas – kelas yang mengadakan gelar karya untuk menilai dan mendukung kegiatan siswa. Melalui Gelar Karya P5 Bhinneka Tunggal Ika diharapkan siswa memiliki kemampuan berpikir kritis tentang inklusi sosial, menerima perbedaan dari berbagai sudut pandang, dan secara aktif menyarakan keragaman dan berdemokrasi serta menerima keragaman sebagai identitas bangsa.