У нас вы можете посмотреть бесплатно Perang Badar : Hari Pembeda или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Awalnya, Rasulullah SAW tidak berencana melakukan perang besar. Tujuannya adalah mencegat kafilah dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Mengapa dicegat? Karena harta benda kaum Muhajirin di Makkah telah dirampas secara zalim oleh kaum Quraisy. Ini adalah upaya tekanan ekonomi sekaligus diplomasi kekuatan. Namun, Abu Sufyan berhasil meloloskan diri dan mengirim pesan ke Makkah agar mengirim pasukan bantuan. Abu Jahal, yang dipenuhi kesombongan, menolak untuk pulang meski kafilah dagang makkah sudah aman. Ia ingin menunjukkan pada seluruh Arab bahwa Muhammad tidak boleh diremehkan. Rasulullah SAW tidak memimpin dengan tangan besi. Beliau sangat mengedepankan musyawarah: Konsultasi dengan Anshar: Beliau memastikan kaum Anshar bersedia bertempur di luar Madinah (karena perjanjian awal adalah mempertahankan Madinah). Jawaban Saad bin Mu'adz sangat heroik: "Jika engkau memerintahkan kami menyeberangi lautan, kami akan lakukan." Posisi Strategis: Atas saran Hubab bin Mundhir, kaum Muslimin menguasai sumber air terdekat dari posisi musuh dan menutup sumber air lainnya. Ini membuat pasukan Quraisy kehausan dan terdesak secara mental. Malam sebelum perang, Rasulullah SAW berdoa dengan sangat khusyuk hingga selendangnya terjatuh. Beliau berucap: "Ya Allah, jika kelompok ini (kaum Muslimin) binasa hari ini, niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi ini." Perang dimulai dengan Mubarizun (duel satu lawan satu). Tiga ksatria Quraisy (Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, dan Al-Walid bin Utbah) menantang kaum Muslimin. Rasulullah mengirim: Hamzah bin Abdul Muttalib (Singa Allah) Ali bin Abi Thalib (Pemuda cerdas dan tangkas) Ubaidah bin Al-Harits Hasilnya? Ketiga ksatria Quraisy tewas. Hal ini meruntuhkan mental pasukan Makkah seketika. Ketika pertempuran umum pecah, Allah menurunkan bantuan berupa seribu malaikat. Dalam Surah Al-Anfal ayat 9 disebutkan: "(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu. Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." Selain itu, Allah menurunkan hujan yang membuat tanah di pihak Muslim menjadi padat (mudah bergerak), sementara di pihak Quraisy menjadi becek dan licin. Perang berakhir dengan kekalahan memalukan kaum Quraisy. Tokoh-tokoh utama yang selama ini menyiksa umat Islam, termasuk si "Firaun Umat Ini" yaitu Abu Jahal, tewas di tangan dua pemuda Anshar, Mu'adz dan Mu'awwidz. Syuhada Muslim: 14 orang (6 Muhajirin, 8 Anshar). Korban Quraisy: 70 orang tewas, 70 orang ditawan. Satu hal yang unik adalah cara Rasulullah memperlakukan tawanan. Beliau tidak membantai mereka. Tawanan yang kaya bisa menebus diri dengan harta, sementara tawanan yang pintar bisa bebas jika mereka mengajarkan 10 anak Madinah membaca dan menulis. Ini adalah kebijakan pendidikan yang sangat progresif pada masanya. Badar mengajarkan bahwa kemenangan tidak selalu datang dari jumlah, melainkan dari kedekatan pada Sang Pencipta, strategi yang matang, dan persatuan yang solid. Chanel ini menyajikan potongan-potongan sejarah Islam yang mungkin belum pernah kamu dengar di bangku sekolah. Singkat, padat, dan penuh hikmah. Mari belajar dari masa lalu untuk melangkah lebih bijak di masa depan. Disclaimer: Seluruh gambar dan ilustrasi dalam video ini hanyalah representasi visual untuk membantu penyampaian cerita. Kami menyadari bahwa tidak ada visualisasi yang mampu menggambarkan keadaan sebenarnya dengan sempurna. Jika terdapat kekeliruan dalam penggambaran atau detail sejarah, hal tersebut murni merupakan keterbatasan dan kesalahan dari pihak kami. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.