У нас вы можете посмотреть бесплатно Mahfud MD: Dulu Banyak Demo Besar, Tapi Indonesia Tak Pernah Sampai Siaga 1 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#BeritaNasional #MahfudMD #TNI #Siaga1 Status “Siaga 1” TNI sempat membuat publik bertanya-tanya tentang kondisi keamanan Indonesia. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap bahwa bahkan saat banyak demonstrasi besar terjadi di masa lalu, Indonesia tidak pernah sampai pada status Siaga 1. Di sisi lain, Panglima TNI menegaskan bahwa penetapan Siaga 1 hanyalah bagian dari uji kesiapsiagaan prajurit, bukan tanda situasi darurat. #BeritaNasional #MahfudMD #TNI #Siaga1 #PolitikIndonesia #NewsUpdate #IndonesiaToday #BreakingNews #Geopolitik #InfoIndonesia Isu status Siaga 1 di lingkungan TNI belakangan menjadi sorotan publik. Banyak yang bertanya-tanya: apakah situasi keamanan Indonesia sedang genting? Atau sekadar langkah antisipasi militer? Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mencoba memberikan perspektif dari pengalamannya di pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah menghadapi berbagai demonstrasi besar di masa lalu. Namun, menurutnya, situasi tersebut tidak pernah sampai membuat negara menetapkan status Siaga 1. Ia bahkan menyebut bahwa dalam sejumlah aksi demo besar saat dirinya menjabat, status siaga seperti itu tidak pernah diterapkan. Pernyataan Mahfud muncul di tengah perbincangan publik mengenai kebijakan Panglima TNI yang menetapkan status Siaga 1 melalui telegram internal militer. Kebijakan tersebut memicu spekulasi bahwa situasi keamanan nasional sedang dalam kondisi darurat. Namun, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa status tersebut tidak perlu ditafsirkan sebagai tanda Indonesia berada dalam keadaan perang atau krisis keamanan. Ia menjelaskan bahwa Siaga 1 merupakan bagian dari mekanisme internal militer untuk menguji kesiapsiagaan prajurit dan peralatan tempur. Pengujian ini dilakukan dengan menggerakkan pasukan dari berbagai wilayah menuju titik tertentu untuk menghitung kecepatan mobilisasi jika terjadi keadaan darurat, termasuk bencana alam atau ancaman keamanan. Dengan kata lain, status Siaga 1 lebih merupakan langkah antisipatif dan latihan kesiapan operasional. Meski memunculkan kekhawatiran di masyarakat, pemerintah dan TNI menegaskan bahwa kebijakan tersebut adalah bagian dari upaya memastikan pasukan selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Di tengah dinamika global yang semakin tidak pasti, kesiapan menjadi kunci. Namun bagi publik, pesan yang ingin disampaikan tetap jelas: kewaspadaan bukan berarti keadaan darurat.