У нас вы можете посмотреть бесплатно CommTECH Camp Insight 2026 Kunjungi Green and Eco Friendly School YPPI - 1 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Surabaya, The Royal Indonesia TV -- Sekolah YPPI - 1 Surabaya membuka ruang perjumpaan lintas budaya melalui seni dan kepedulian lingkungan. Menerima kunjungan CommTECH Camp Insight 2026 terdiri dari 46 mahasiswa dan dosen asing dari 29 universitas international dari 10 negara. (12/2/2026) Sekolah YPPI – 1 menghadirkan pengalaman yang berbeda melalui pegelolaan limbah Batik Gedi menjadi karya bernilai sekaligus mengenal cara merawat alam melalui kreativitas. Melalui kegiatan ini semua mahasiswa dan dosen asing yang datang diajak menyentuh langsung proses transformasi limbah. Sisa limbah Batik Gedi yang biasa dibuang diolah menjadi Lilin Aroma Terapi, sesuai dengan motto YPPI School for Life, maka SMP YPPI – 1 mengambil core Ecological Awarness untuk menghasilkan kreasi karya yang berdaya guna dari hal-hal yang sederhana. Sisa limbah Batik Gedi untuk malam/lilinya dapat digunakan juga sebagai bahan mencanting Kain Batik Gedi. Lilin/malam sisa limbah Batik Gedi juga dapat diletakkan di dalam kolam yang ada tanaman Enceng Gondok dimana air sisa malam/lilin dari limbah Batik Gedi yang semula bersifat basa menjadi netral yang artinya limbah Batik Gedi dapat dibuang dengan aman tanpa membahayakan lingkungan. Karya seni dikolaborasikan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) merupakan kombinasi yang apik untuk keberlangsungan budaya dan lingkungan. Selain pengolahan sisa limbah Batik Gedi, olahan produk lain dari Daun Gedi yang disajikan untuk para Tamu CommTECH Camp Insight 2026 yang hadir saat ini adalah Produk D’ Gedi Food, diantaranya Siomay Gedi, Nasi Bakar Gedi, G-Stick (olahan makanan stik berbahan daun Gedi) dan G-Fit (olahan minuman yang berbahan buah Mengkudu), disediakan juga minuman Sinom yang bahan dasarnya mengambil/diusahakan dari Greenhouse Sekolah. Selain produk olahan makanan diatas, para tamu juga dikenalkan langsung kerajinan yang dihasilkan oleh SMP YPPI -1 yang berlokasi di JL. Donokerto 11 Nomor. 18-20 Surabaya, diantaranya Kertas Daur Ulang Gedi, yang memanfaatkan Daun Gedi sebagai bahan utama untuk pembuatan kertas. Kertas Gedi memiliki keunikan dimana kertasnya memiliki tekstur yang unik dan memiliki aroma yang cenderung lebih harum dibandingkan kertas lain. Daur Ulang Daun Gedi ini Sekolah YPPI – 1 sudah mendapatkan Hak Cipta dari Kemenkumham. Disamping itu kerajinan limbah Daun Gedi juga bisa didaur ulang menjadi kerajinan kreasi bunga kering dan sebagian juga dijadikan kompos untuk tanaman di lingkungan sekolah. Mahasiswa dan dosen Asing yang hadir juga dikenalkan dan praktek langsung melukis dengan teknis melukis di media papan kayu (Pyograph), melukis dengan menggunakan alat pemanas atau solder untuk menggambar pola gambar yang diinginkan. Kerajinan lainnya yang disuguhkan juga ada kerajinan serat yang berasal dari serat pelepah pisang dan serat daun pandan berupa Wall Decoration, Alas Gelas, Cover Toples dan Aroma Terapi Gantung. Tak kalah penting juga ada Produk Batik Gedi dengan Motif Daun Gedi yang merupakan produk unggulan SMP YPPI – 1, Motif Batik dengan Daun Gedi sudah mendapatkan Hak Cipta dari Kemenkumham, produk ini merupakan pengembangan membatik yang ramah lingkungan. Dengan berbagai kreasi produk dan kerajinan yang dihasilkan oleh sekolah, diharapkan dapat memberikan kesan positif dan unik bagi seluruh tamu internasional yang datang serta dapat menginspirasi masyarakat luas. Seluruh kegiatan diatas untuk mengedepankan fokus utama yakni SDGS (Sustainable Development Goals) yang berkaitan dengan pemanfaatan lingkungan sekolah untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi seluruh warga sekolah maupun masyarakat luas. Berikut Laporan Wartawan Royal TV Dari Surabaya Cok Santoso #theroyalindonesiatv #pemkotsurabaya #kotasurabaya #commtechinsight2026 #rockygerung #dprdsurabaya #yppisurabaya