У нас вы можете посмотреть бесплатно [FULL] Pakar Nilai AS Collapse jika Terus Gempur Teheran, Power Bertahan & Rudal Iran Sulit Dilawan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah rangkaian serangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pengamat Timur Tengah, Dina Sulaeman, menilai konflik yang terjadi saat ini menunjukkan perubahan pola perang modern. Di mana kekuatan tidak lagi semata ditentukan oleh teknologi paling canggih, tetapi juga strategi dan efisiensi biaya perang. Menurutnya, Iran mengandalkan pendekatan perang asimetris. Satu rudal atau drone yang digunakan Iran relatif murah dibandingkan sistem pertahanan udara milik Amerika Serikat maupun Israel. Ketika Iran meluncurkan serangan ke banyak titik secara bersamaan, Amerika Serikat harus mengeluarkan interseptor dalam jumlah besar untuk mencegat setiap ancaman. Padahal, setiap rudal pencegat bernilai jauh lebih mahal dan jumlahnya terbatas. Artinya, dalam skenario serangan berulang, beban logistik dan biaya perang justru dapat menjadi tekanan bagi pihak yang bertahan. Karena itu, Dina Sulaeman memperkirakan Amerika Serikat kemungkinan akan mencari jalan keluar diplomatik untuk mencegah eskalasi berkepanjangan yang semakin mahal dan berisiko luas. Pengamat Timur Tengah, Dina Sulaeman, dikenal sebagai analis isu geopolitik Timur Tengah yang aktif memberikan kajian mengenai konflik regional dan politik global. Ia merupakan akademisi dan penulis yang kerap membahas dinamika hubungan Iran, Israel, serta kebijakan luar negeri Amerika Serikat di kawasan tersebut. Pandangan dan analisanya sering menjadi rujukan dalam diskusi publik maupun media terkait perkembangan konflik Timur Tengah. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews On Focus Host: Nila Irda Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani Uploader: Bintang Nur Rahman