У нас вы можете посмотреть бесплатно Sampaikan pada ibumu, simpan kopinya tetap hangat | IndoMusikAi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
(Verse 1) Lumpuh kaki dipijak lumpur yang rekat Matahari tepat di atas urat leher yang penat Di sini, di sela rumpun padi yang merunduk Ayah titipkan rindu pada angin yang bertiuk Ada peluh yang jatuh, tapi bukan keluhan Hanya tanda cinta yang tak sanggup Ayah katakan (Chorus) Sampaikan pada Ibu, simpan kopinya tetap hangat Ayah masih memetik harapan dengan sisa semangat Sampaikan pada jagoanku, jangan berhenti belajar Ayah sedang bertarung agar masa depanmu berpijar Di pematang sawah ini, doa Ayah melangit Mencari rezeki halal meski jalannya sedikit pahit (Verse 2) Bayang wajah kalian ada di tiap bulir gabah Membuat pundak ini kuat, tak mengenal kata lelah Tunggu Ayah pulang saat senja mulai jingga Membawa senyum yang utuh untuk harta yang berharga Ibumu adalah napas, dan kalian adalah detak Alasan Ayah bertahan di atas tanah yang retak (Bridge) Mungkin tangan Ayah kasar dan penuh tanah Tapi percayalah, cinta ini takkan pernah punah Setiap ayunan cangkul adalah surat cinta Agar tawa kalian tak berganti air mata (Chorus) Sampaikan pada Ibu, simpan kopinya tetap hangat Ayah masih memetik harapan dengan sisa semangat Sampaikan pada jagoanku, jangan berhenti belajar Ayah sedang bertarung agar masa depanmu berpijar Di pematang sawah ini, doa Ayah melangit Mencari rezeki halal meski jalannya sedikit pahit (Outro) Matahari mulai turun... Ayah berkemas, membawa rindu yang berduyun Tunggu Ayah di pintu, sebentar lagi sampai Membawa sebungkus kasih yang takkan usai.