У нас вы можете посмотреть бесплатно Menelisik Kisah Unik Dijebak Untuk Makan Pais Berpaku di Makam Datu KH M Arif - Jejak Sang Guru #11 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
BANJARMASINPOST.CO.ID - Dari beberapa cagar budaya yang ada di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), satu diantaranya merupakan makam dari KH M Arif bin H Hamim. KH M Arif ini merupakan tokoh ulama yang makamnya berada di Desa Habau, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong. Untuk menemukan makanya KH M Arif ini cukup mudah karena persis berada di tepi jalan raya Desa Habau. Kondisi jalan juga nyaman karena beraspal dan juga dilengkapi beberapa petunjuk arah begitu sudah berada di wilayah Desa Habau. Sementara untuk jarak tempuh, apabila dari Kota Tanjung yang menjadi ibukota dari Kabupaten Tabalong sekitar 31 kilometer dan bisa diakses dengan kendaraan roda empat. Sedangkan apabila dari ibukota kecamatan Banua Lawas, jarak tempuhnya hanya sekitar 6 kilometer dengan kondisi badan jalan beraspal. Di lokasi makam KH M Arif ini juga rutiin dilaksanakan haulan yang dihadiri ratusan jamaah, termasuk pula pernah dihadiri Bupati Tabalong dan pejabat lainnya. Dari catatan sejarahnya, KH M Arif berasal dari Desa Sambas Kalimantan Barat dan ayahnya bernama KH Hamim. Beliau berpulang kerahmatullah di Desa Habau pada tanggal 29 Rabiul Awal tahun 1933. Meninggalkan 2 orang anak laki-laki dan perempuan yang bernama Mayasin dan Zahwa. Beliau seorang ulama yang sangat mendidik dan memiliki karomah-karomah yang diberikan Allah kepadanya. Hal ini terlihat dari kitab manakib yang biasa dibacakan pada setiap peringatan khaul kematian beliau. Sementara itu menurut seorang juriatnya, Halimah, menceritakan KH M Arif ini merupakan seorang petani dan menyebarkan agama Islam. "Beliau ini tinggal di balai atau langgar," katanya. Di langgar inilah KH M Arif mengajarkan ilmu agama Islam kepada murid-muridnya. Kemudian dalam keseharianya ada beberapa kebiasaan yang dilakukan KH M Arif, diantaranya ketika tidur tidak pernsh memakai kelambu, bantal, kasur dan tilam. KH M Arif ketika tidur hanya memakai alas tikar dari anyaman tanaman purun yang memang banyak tumbuh di Desa Habau, Kecamatan Banua Lawas.(dny) Saksikan juga episode Jejak Sang Guru lainnya: EPISODE 1: DATU KALAMPAYAN • Asal Usul Kalampayan jadi Makam Syekh H M... EPISODE 2: DATU SANGGUL • Perjalanan Datu Sanggul dari Palembang ke ... EPISODE 3: DATU TANIRAN • Kisah Datu Taniran Berguru Selama 10 Tahun... EPISODE 4: KHATIB DAYAN DAN SULTAN SURIANSYAH • Menguak Kisah Sultan Suriansyah, Raja Banj... EPISODE 5: DATU KANDANG HAJI • Peninggalan Datu Kandang Haji di Sungai Di... EPISODE 6: DATU ABULUNG • Menelusuri Kubah Makam Syekh Abdul Hamid A... EPISODE 7: DATU AMUT • Kisah Keistimewaan Datu Amut dari Tak Berp... EPISODE 8: GURU SYURGI MUFTI • Jejak Keluarga Datu Kalampayan Hingga Guru... EPISODE 9: DATU LANDAK • Datu Landak Pendiri Masjid Agung Al Karoma... EPISODE 10: WALI KATUM • Видео EPISODE 12: HABIB HAMID • Al Habib Hamid Salah Satu yang Mendapatkan... EPISODE 13: DATU BAJUT DAN DATU BAJURI • Berziarah Ke Dua Makam Istri Datu Kalampay...