У нас вы можете посмотреть бесплатно "Sejarah Membusuk di Gudang PFN?” или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Menjelang akhir 2025, negara merayakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Namun di balik euforia itu, tersimpan ironi besar: puluhan ribu arsip film sejarah bangsa terancam rusak dan hilang di gudang PT Produksi Film Negara (Persero). Dalam episode Kopi Tarik Podcast kali ini, kami berbincang bersama Tessa Elya Andriana Wahyudi, S.H., M.H., C.NSP., C.CFL. - Manajer Hukum & Kepatuhan PT PFN (Persero), sekaligus praktisi dan akademisi hukum. Kami mengupas: • Mengapa arsip film adalah memori hukum dan budaya bangsa • Apakah pembiaran arsip sejarah bisa dikategorikan sebagai kelalaian negara • Posisi PFN sebagai aset strategis nasional yang terlalu lama “dianak tirikan” • Peluang PFN menjadi lokomotif ekonomi kreatif dan diplomasi budaya di 2026 Ini bukan sekadar soal film lama. Ini soal marwah negara, wibawa hukum, dan ingatan kolektif bangsa. Kopi Tarik Podcast - menyeduh yang pahit, menarik sampai ke akar. #KopiTarikPodcast #PFN #ArsipFilmNasional #SejarahBangsa #EkonomiKreatif #DiplomasiBudaya #AsetNegara #HukumDanBudaya #Indonesia2026 #BudayaVisual Catatan. 1934: Pendirian awal Java Pacific Film (JPF) di Batavia. 1936: JPF berubah nama menjadi Algemeene Nederlandsch Indisch Filmsyndicaat (ANIF). 1943: Diambil alih Jepang menjadi Nippon Eiga Sha. 6 Oktober 1945: RM Soetarto mendirikan Berita Film Indonesia (BFI). 1950: BFI resmi diubah menjadi Perusahaan Film Negara (PFN). 1975: Menjadi Pusat Produksi Film Negara (PPFN). 1988: Berubah status menjadi Perum Produksi Film Negara (BUMN). 2023: Bertransformasi menjadi PT Produksi Film Negara (Persero).