У нас вы можете посмотреть бесплатно 𝗦𝗔𝗬𝗔 𝗬𝗔𝗞𝗜𝗡 𝗔𝗡𝗗𝗔 𝗧𝗘𝗥𝗣𝗜𝗟𝗜𝗛 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗚𝗔𝗜 𝗣𝗘𝗠𝗜𝗟𝗜𝗞𝗡𝗬𝗔 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Satrio Piningit Tidak Dilihat Dengan Mata, Tapi Dirasakan — Dialog Mbah Sutrisno ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ Sedulur... Pernahkah panjenengan merasakan sesuatu yang sangat kuat di dalam dada... Sebuah kerinduan yang sangat dalam... Terhadap sesuatu yang belum panjenengan lihat? Pernahkah panjenengan tiba-tiba merinding... Bukan karena dingin... Tapi karena ada sesuatu yang menyentuh di dalam sini? Pernahkah panjenengan menangis... Tanpa tahu kenapa? Kalau pernah... Maka panjenengan sudah memahami apa yang namanya MATA RASA Di video ini Mbah Sutrisno membahas: 🔥 ⏱️ TIMESTAMP: 00:00 — Pembuka: Mbah Sutrisno mengajak ngobrol dari hati ke hati 02:00 — Membuka pintu yang lain: Pintu Rasa 03:30 — Apa itu Mata Rasa? Kecerdasan spiritual leluhur kita 05:30 — Satrio Piningit dalam Mata Rasa: Piningit artinya disembunyikan... maka dia tidak bisa ditemukan dengan cara biasa 08:00 — Getaran dada: Cara sejati mengenali Satrio Piningit 09:30 — Ratu Adil sebagai Kesadaran: Bukan hanya satu orang di atas tahta, tapi sebuah zaman 12:00 — Dialog: Mengapa Rasa lebih dulu datang daripada Ramalan? 14:00 — Wahyu Rasa: Bisikan dari Sang Maha Sumber kepada jiwa-jiwa yang terpilih 15:30 — 5 Pertanyaan Mbah Sutrisno untuk Sedulur 18:30 — Refleksi Spiritual: Jaga Rasa Panjenengan 20:00 — Di akhir zaman... yang tersisa hanya RASA 21:30 — Pesan Penutup Mbah Sutrisno ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🔍 ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 📌 VIDEO INI ADALAH: ✅ Dialog dari hati ke hati ✅ Ngobrol lesehan antara Mbah Sutrisno dan sedulur kabeh ✅ Eksplorasi spiritual yang terbuka ✅ Ruang aman untuk berbagi rasa tanpa dihakimi ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 💬 5 PERTANYAAN MBAH SUTRISNO UNTUK PANJENENGAN KABEH: Jawab di kolom komentar dengan JUJUR. Bukan dengan pikiran. Tapi dengan RASA. 1️⃣ "Pernahkah panjenengan merasakan kerinduan yang sangat dalam... terhadap sesuatu yang belum panjenengan lihat? Seperti apa rasanya?" 2️⃣ "Kapan pertama kali panjenengan merasa YAKIN bahwa akan ada perubahan besar di negeri ini? Apakah keyakinan itu datang dari MEMBACA... atau dari MERASAKAN?" 3️⃣ "Kalau panjenengan diminta menjelaskan Satrio Piningit BUKAN dengan kata-kata, tapi dengan PERASAAN... perasaan seperti apa yang panjenengan rasakan?" 4️⃣ "Pernahkah panjenengan BERMIMPI tentang sesuatu yang berkaitan dengan semua ini? Tentang cahaya? Tentang sosok yang tidak jelas wajahnya? Tentang sebuah zaman yang berbeda? Ceritakan." 5️⃣ "Menurut MATA RASA panjenengan sendiri... apakah Satrio Piningit sudah ada di tengah kita? Apakah panjenengan bisa merasakannya? Tutup mata sejenak sebelum menjawab. Rasakan. Lalu tuliskan." Mbah Sutrisno akan membaca SETIAP jawaban panjenengan. Satu per satu. 🙏 Dan di video-video berikutnya... Mbah Sutrisno akan membacakan dan merespons jawaban terpilih dari sedulur kabeh. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 📖 KUTIPAN-KUTIPAN DARI VIDEO INI: "Mata rasa adalah mata batin. Mata yang melihat kebenaran di balik kebenaran. Mata yang merasakan cahaya di balik kegelapan. Mata yang mengenali kejujuran tanpa perlu bukti." — Mbah Sutrisno "Rasa itu lebih dulu datang daripada ramalan. Panjenengan merasakan kebenaran itu SEBELUM panjenengan membacanya. Panjenengan mengetahuinya SEBELUM panjenengan mempelajarinya. Dan itu... bukan kebetulan." — Mbah Sutrisno "Di akhir zaman... Ketika semua sudah tertukar... Ketika benar menjadi salah dan salah menjadi benar... Satu-satunya yang tersisa... adalah RASA. Dan mereka yang rasanya masih hidup... Merekalah yang akan mengenali Satrio Piningit." — Mbah Sutrisno "Ratu Adil mungkin bukan hanya satu orang yang duduk di atas. Tapi sebuah zaman. Sebuah era. Sebuah kesadaran kolektif. Di mana seluruh manusia secara bersama-sama kembali kepada fitrahnya." — Mbah Sutrisno "Jaga rasa panjenengan. Karena rasa adalah kompas terakhir yang tidak bisa ditipu. Rasa adalah cahaya terakhir yang tidak bisa dipadamkan. Rasa adalah suara kecil di dalam hati yang selalu berkata jujur... Ketika seluruh dunia berbohong." — Mbah Sutrisno ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🔔 SUBSCRIBE channel Panji Panji Akhir Zaman dan nyalakan 🔔 LONCENG notifikasi untuk bergabung dengan ruang spiritual kita b