У нас вы можете посмотреть бесплатно Super Air Jet Delay 5 Jam: Penumpang Protes kepada Pramugari, Ditinggal Pesawat или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
BANJARMASINPOST.CO.ID - Viral di media sosial penumpang Super Air Jet protes kepada pramugari dan pihak maskapai karena pesawat delayed sekitar lima jam tanpa kejelasan. Dalam prosesnya, penumpang yang merupakan satu keluarga itu malah ditinggal di bandara. Sementara barang-barang kabin masih berada di dalam pesawat. Dalam video yang beredar di medsos, situasi pada saat itu penumpang sudah berada di dalam pesawat. Namun, pesawat tidak kunjung terbang. "Kalau Mas mondar mandir, ini orang ratusan orang di sini, maksudnya kasih info, bisa atau engga pergi. Kalau emang ga bisa, ngomong, kasih kita pesawat yang lain. Lima jam, saya mau ngadain birthday party anak saya," kata salah seorang penumpang, dalam salah satu video yang diunggah oleh pengguna TikTok @Laura, dikutip Sabtu (14/2/2026). Diketahui, penumpang yang mengungkapkan kekesalannya tersebut bernama Bobby. Kejadian ini dialaminya dalam penerbangan menggunakan pesawat Super Air Jet (IU-742) rute Jakarta-Bali pada Kamis (12/2/2026). Bobby mengatakan, setelah kejadian tersebut, seluruh penumpang akhirnya dipindahkan ke pesawat yang baru. Namun, alih-alih tiba di tujuan dengan selamat, Bobby bersama sang istri, anak, dan adik, malah ditinggal terbang, dengan kondisi koper masih berada di dalam pesawat. Bobby menceritakan, awalnya ia bersama istri, anak, dan sang adik memesan tiket pesawat Super Air Jet rute Jakarta-Bali, untuk keberangkatan sekitar pukul 1 siang. Namun, setelahnya, penumpang diinformasikan oleh pihak maskapai bahwa terjadi keterlambatan keberangkatan pesawat alias delayed sekitar 30 menit. "Kata mereka (delayed) 30 menit awalnya. Oh, masih okelah 30 menit gitu, kita tunggu, tapi lama-kelamaan makin lama makin parah, sampai titik di mana tiga jam itu kita udah nunggu," kata Bobby melalui sambungan telepon, Sabtu (14/2/2026). Bobby mengatakan, pada saat itu kondisi Cempaka, sang anak, sudah muntah karena kondisi ruangan yang dingin. Setelahnya, Bobby dan sang istri langsung menyiapkan segala keperluan sang anak. Bobby meminta sang adik untuk menunggu di pintu keberangkatan, karena dikhawatirkan pesawat sudah lepas landas sebelum mereka masuk ke pesawat. Setelah itu, Bobby menuju lounge dengan bantuan shuttle, karena posisi lounge yang cukup jauh. Namun setelah tiba kembali di gate keberangkatan, Bobby mendapati sang adik menangis karena mendapati pesawat sudah lepas landas. Bobby dan keluarga alhasil ditinggalkan oleh pesawat, sementara semua barang dan perlengkapan anaknya masih berada di pesawat. Setelah berbincang dengan kru yang ada di bandara, Bobby dan keluarga kemudian ditawari penerbangan esok hari pukul 11.00 WIB. "Nah, di situ saya langsung naik pitam. Kenapa? Karena itu waktunya lama banget, anak saya butuh susu, bahkan di situ anak saya sudah minum air putih. Saya di situ sedih, istri saya udah segukan nangis karena bayangin anak kecil seumur itu harus nunggu dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam," terang Bobby. Setelah berbincang lebih lanjut, alhasil Bobby dan keluarga ditawari penerbangan pukul 4 pagi esok hari, dan penginapan yang berlokasi sekitar 14 kilometer dari bandara. "Kita enggak masalah sebenarnya, tapi yang kita jadi masalahin adalah susu, susu anak kita, waktu anak kita, anak kita tiba-tiba sakit saat nunggu di situ," tutur Bobby. Selang istirahat di penginapan sekitar tiga jam, Bobby dan sekeluarga kembali berangkat ke bandara pukul 2 pagi dini hari untuk penerbangan pagi hari menuju Bali. "Sekarang (anak) masih sakit. Hari ini dipijat, terus kita beli diffuser, terus aku coba metode untuk buah pir diminum nanti pakai jahe. Nanti kalau enggak bisa juga, akhirnya kita mau ke uap, uap dekat sini yang dokter," tuturnya. Bobby menuturkan, dari kejadian tersebut ia memutuskan untuk refund tiket Super Air Jet untuk pulang ke Jakarta, dan membeli tiket penerbangan baru menggunakan maskapai yang berbeda. Bobby dan sang istri berharap dari kejadian ini pihak maskapai bisa berbenah. Sebab, pengalaman tidak mengenakkan ini bukan yang pertama kali dialami oleh penumpang Super Air Jet. "Supaya pihak Super Air Jet sama Lion Group memperbaiki servisnya, karena korbannya tuh bukan kita doang ternyata. Bahkan ada yang sampai pesawat lampunya mati, itu lebih parah juga, semoga aja dengan kejadian ini viral, mereka jadi lebih baik," tutur Novi. (Tribun-video.com) Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Program: News Update Host: Syakira Editor: Yanda Ramadhani #pesawatdelay #superairjet #jakarta #bali #viralvideo #pramugari