У нас вы можете посмотреть бесплатно Rangkuman 10 Hari Mencari Keseimbangan Jejak Langkah Merantau di Bali или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Menjemput Nasib di Tanah Rantau 10 Hari Peluh Wirta Kunil Kunil Di balik kemewahan resort dan denting gelas kristal di Bali, ada sosok Wirta Kunil Kunil. Sebagai Daily Worker (pekerja harian lepas), hidupnya ditentukan oleh panggilan telepon dan ketersediaan kuota. Selama 10 hari, Wirta bertarung melawan lelah demi menjaga dapur tetap ngebul di tanah perantauan. Hari 1-3: Menjaga Gengsi di Depan Tamu (Banquet Service) Wirta memulai harinya dengan seragam putih bersih dan dasi kupu-kupu. Sebagai Banquet Service, ia menjadi garda depan dalam acara pernikahan mewah. Ia harus tersenyum ramah meski kakinya mulai lecet karena sepatu pantofel, memastikan setiap piring hidangan tersaji sempurna di meja tamu VIP. Hari 4-6: Sisi Gelap Dapur (Steward) Panggilan berubah. Kuota service penuh, Wirta mengambil shift sebagai Steward. Dari mewahnya ballroom, ia pindah ke area belakang yang panas dan lembap. Ia bergelut dengan tumpukan piring kotor, sisa makanan, dan aroma sabun kimia. Tidak ada gengsi, yang ada hanya target agar piring kembali mengkilap tepat waktu. Fleksibilitas di Restoran Lokal Demi menambah pundi-pundi, Wirta merapat ke restoran independen. Di sini, ia menjadi "pemain serbaguna"—sebentar mengantar pesanan (waiter), sebentar kemudian membantu cuci piring jika antrean membludak. Ia belajar bahwa di Bali, kemampuan beradaptasi adalah kunci utama bertahan hidup. Di hari terakhir, fisik Wirta berada di titik nadir. Otot punggungnya protes, namun ia tetap berangkat. Di tengah shift malam yang panjang, ia merenung: Bali tidak selalu tentang pantai dan pesta, tapi tentang seberapa kuat seseorang mampu berdiri setelah seharian mengangkat nampan berat. "Bagi Wirta, tak ada pekerjaan yang rendah. Selama itu halal, entah memegang botol anggur mahal sebagai server atau memegang spons kawat sebagai steward, semua adalah jembatan menuju hari esok." Tema Utama: Kedisiplinan, Adaptasi, dan Realita Ekonomi Pekerja Pariwisata.