У нас вы можете посмотреть бесплатно FARHAN NGAKU TAK BISA BIKIN GEBRAKAN Jadi Walkot Bandung, Dikritik Politisi PKS: Cuma Seremonial или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana, mengkritik penanganan banjir yang dijanjikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan karena hingga saat ini masalah itu tak kunjung usai. Di tengah banjir yang kerap menerjang sejumlah titik Kota Bandung, terutama kawasan Gedebage, Farhan dinilai terlalu banyak menghadiri acara seremonial ketimbang fokus menangani banjir tersebut. Andri mengatakan, jika dilihat di media sosial Pemkot Bandung, selama ini Farhan terlalu banyak menghadiri acara seremonial yang dampaknya kurang bagi pembangunan dan kemajuan untuk Kota Bandung ataupun masyarakat. Menurut politisi PKS ini, masih banyak hal yang jauh lebih urgent untuk diurus Farhan ketimbang banyak menghadiri acara seremonial, terutama masalah banjir yang hingga saat ini belum tertangani dengan baik. Selain itu, Andri juga menyoroti kinerja Farhan yang belum membuka layanan pengaduan bagi warga, justru dia sering mengadakan agenda rapat di dalam kantor, ketimbang koordinasi di lapangan untuk menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat Kota Bandung. Atas hal tersebut, Andri pun meminta Farhan mengurangi acara seremonial karena tidak berdampak langsung terhadap penyelesaian masalah di Kota Bandung, termasuk harus segera merealisasikan janji kampanye. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, angkat bicara terkait adanya kritik dari anggota DPRD terkait banyak menghadiri acara seremonial ketimbang menyelesaikan masalah banjir. Farhan mengatakan, tipe kepemimpinannya bukan tipe yang gebrakan, tetapi lebih secara sistemik yakni memperbaiki dulu semuanya dengan langkah pertama membangun drainase untuk menangani banjir itu. Farhan mengatakan, untuk menyelesaikan banjir membutuhkan waktu lama, sehingga pihaknya tidak bisa menargetkan dengan waktu yang singkat. Ia mengatakan, kendala yang dihadapi dalam menangani masalah banjir tersebut di antaranya hutan di kawasan Bandung Utara (KBU) sudah gundul, sehingga air masuk ke Kota Bandung, sedangkan drainase di Kota Bandung masih sangat buruk yang hanya mengcover 25 persen panjang jalan. "Ketiga sungai di bandung Cikapundung, Citepus di Cisaranten sudah mulai menyempit karena bangunan rumah di kiri kanan. Harapan kita sekarang tinggal Sungai Cinambo," ucapnya. Di sisi lain, Farhan membantah bahwa kolam retensi tidak efektif menyelesaikan masalah banjir. Namun, menurut dia, kurang maksimal karena kapasitasnya kecil padahal harusnya lebih besar dan lebih dalam. Mega April #WalkotBandung #farhanBandung #BanjirBandung