У нас вы можете посмотреть бесплатно Terjaring OTT KPK, Ketua PN Depok Kenakan Rompi Oranye Hanya Bungkam Saat Dicecar Wartawan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNJATIM.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, I Wayan Eka Mariarta bersama oknum pengacara dan panitera atas dugaan suap terkait penanganan perkara perdata yang sedang bergulir di PN Depok. Dalam operasi tersebut, kabarnya penyidik mengamankan sejumlah uang tunai dalam mata uang asing dan rupiah yang nilainya diduga mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Uang ini diduga merupakan "komitmen" untuk memengaruhi putusan hakim. Melansir Tribunnews.com, I Wayan Eka Mariarta akhirnya resmi mengenakan rompi oranye bertuliskan "Tahanan KPK" seusai terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, I Wayan Eka Mariarta bersama empat tersangka lainnya digiring keluar oleh petugas pada Sabtu (7/2/2026) dini hari, tepatnya pukul 03.01 WIB. Momen keluarnya orang nomor satu di PN Depok ini menjadi sorotan awak media yang telah menunggu sejak proses pemeriksaan berlangsung. Dengan tangan terborgol besi, I Wayan Eka tampak berjalan dengan menampilkan wajah letih didampingi petugas kepolisian. Saat dihujani berbagai pertanyaan oleh wartawan terkait kasus dugaan suap eksekusi lahan yang menjeratnya, I Wayan Eka memilih untuk membisu. Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya untuk menanggapi dugaan penerimaan uang suap tersebut. Alih-alih memberikan klarifikasi, I Wayan Eka hanya merespons gempuran pertanyaan awak media dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada—melakukan gerakan namaste—sebagai isyarat permohonan maaf atau enggan berkomentar. VP: Muhammad MZ Reporter: taryono #kpk #ott #pndepok #depok #korupsi Baca Selengkapnya: https://lampung.tribunnews.com/news/1.... Website https://jatim.tribunnews.com/ Twitter / tribunjatim Facebook / tribunnewsjatim Instagram / tribun_jatim #tribunjatim #matalokalmenjangkauindonesia