У нас вы можете посмотреть бесплатно Motif Pembunuhan Ermanto di Bekasi, Murni Pencurian karena Rumah Mewah hingga Pelaku Dilumpuhkan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Polda Metro Jaya mengungkap motif pembunuhan mantan karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman (65). Polisi menetapkan seorang pria bernama Sudirman alias Yuda (28) sebagai pelaku utama dalam kasus pembunuhan dan perampokan tersebut. Berdasarkan pengakuan pelaku, tersangka menganiaya Ermanto dan istrinya setelah terkejut kedapatan mencuri di rumah korban. Adapun motif kejahatan dipastikan murni lantaran faktor ekonomi. Pelaku diketahui tidak mengenal korban secara pribadi sebelum kejadian. Tersangka memilih rumah Ermanto lantaran bangunannya dianggap paling mencolok dibanding rumah lain di sekitar lokasi. Untuk masuk ke dalam rumah, pelaku mencongkel jendela menggunakan linggis kemudian digunakan untuk menghantam kepala korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku mengambil barang milik korban berupa dua telepon genggam. Barang yang diambil yakni satu unit HP merek Samsung dan satu unit iPhone. Salah satu ponsel tersebut dijual oleh pelaku, sementara yang lainnya digunakan sendiri. Lantas, polisi memastikan kasus ini bukan pembunuhan berencana yang berkaitan dengan aktivitas korban mengungkap dugaan korupsi di sektor pelabuhan. (Tribun-Video.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologis Pembunuhan Pensiunan JICT di Bekasi: Pelaku Panik, Hantam Kepala Korban Pakai Linggis, https://www.tribunnews.com/metropolit... Program: Live Tribunnews Update Host: Anggraheni Widya Witari Editor Video: Muna Salsabila Reporter: Annas Furqon