У нас вы можете посмотреть бесплатно Harmoni di Bulan Suci: PSMTI Palopo dan BPR Hasamitra Rayakan Imlek 2026 dengan Buka Puasa Bersama или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #psmti #palopo #ilek #bukapuasa Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN TIMUR.COM - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Palopo bersama BPR Hasamitra menggelar Malat Mitra Harmoni Tahun Baru Imlek 2026 yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Rasdiana Center, Jalan Durian, Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan pada Minggu (22/2/2026). Hampir seluruh tamu yang hadir mengenakan pakaian bernuansa merah khas Imlek. Gedung acara pun didekorasi dengan ornamen bernuansa merah yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Kegiatan tersebut diawali dengan penampilan instrumen musik angklung. Setelah itu, tamu undangan mendengar ceramah jelang buka puasa yang dibawakan Ustadz Mustakim. Saat memasuki waktu berbuka, tamu undangan yang melaksanakan ibadah puasa bersegera berbuka. PSMTI menampilkan hiburan barongsai saat tamu undangan berbuka puasa. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PSMTI Sulsel Thiawudy Wikarso, Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin, Dandim 1403 Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro serta Forkopimda Palopo. Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin sangat mengapresiasi PSMTI atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menambahkan, pemerintah akan mendorong lebih banyak kegiatan yang melibatkan seluruh stakeholder sebagai bagian dari komitmen menjaga toleransi. Sementara itu, Ketua PSMTI Palopo yang diwakili pengurusnya, Robin Aser, mengatakan perayaan imlek tahun ini terasa berbeda karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan membangun harmonisasi sebagai wujud penghargaan dan toleransi yang telah lama dijaga di Tana Luwu, dengan falsafah: Sipakatau (memanusiakan manusia), Sipakalebbi (saling menghargai/memuliakan), dan Sipakainge (saling mengingatkan). Prinsip tersebut, kata Robin menciptakan harmoni, menjaga martabat, dan menjadi pedoman hidup untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Robin juga menyinggung dominasi warna merah pada dekorasi gedung. Menurutnya, merah merupakan warna favorit masyarakat Tionghoa karena melambangkan vitalitas, kebahagiaan, dan keberuntungan. Dalam berbagai peristiwa sukacita seperti syukuran dan pernikahan, warna merah sangat dominan. Merah juga melambangkan keberanian, pantang menyerah, dan karakter yang kuat. Penulis: Andi Bunayya Nandini Narator: Rasni Gani Supporting: Muh Khairan Kamil ( Mahasiswa magang Unhas) Editor video: Muh Khairan Kamil (Mahasiswa magang Unhas) Sanovra J.R