У нас вы можете посмотреть бесплатно Makam Syekh Jalaluddin Bin Abu Bakar ( Datu Qabul ) Desa Rantau Balai kec Aranio Kab Banjar#03/4/21# или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#ziarahparaaulia# Kal-sel Syekh Zalaluddin bin Syekh Abubakar atau lebih dikenal dengan gelar Datu Qobul bagi masyarakat yang berhuni di kawasan Waduk Riam Kanan Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar paparnya, sangat dimuliakan. Hal itu tidak terlepas dari sejarah perkembangan Agama Islam di wilayah Riam Kanan yang konon disebut wilayah pegunungan beratus. “Dari cerita para orang tua secara turun temurun, kedatangan Syekh Zalaluddin ratusan tahun silam itu tidak terlepas dari penyebaran agama Islam itu sendiri. Pusatnya ya di Rantau Balai ini dimana Datu Qobul bermukim,” ujarnya. Dengan mimik sangat serius, Kai Basuni yang juga tetua kampung ini mengisahkan jika Rantau Balai merupakan pusat peradaban Suku Dayak di kawasan pegunungan beratus (kini tenggelam dan menjadi Waduk Riam Kanan) yang dididirikan Tumenggung Gemar. “Tumenggung Gemar juga lah yang disebutkan memeluk agama Islam untuk pertamakalinya,” ujar Dauli menambahkan. Sejak itulah, sebutnya, Agama Islam terus berkembang di wilayah pesisir-pesisir sungai kawasan Riam Kanan. Di bagian lain, Ahmad Dauli mengisahkan jika Desa Rantau Balai itu sendiri bearti balai adat yang berada di pinggir sungai. Dalam hal ini pinggir Sungai Pau. Tetapi pada tahun 1971 silam posisi perkampung bergeser ke lokasi yang lebih tinggi akibat pembangunan Waduk Riam Kanan. “Rantau itu artinya sungai dengan arus biasa. Nah kalau yang arusnya kuat biasa disebut riam sedangkan istilah mandin digunakan untuk menyebut air terjun,” ungkapnya