У нас вы можете посмотреть бесплатно Nada Irama Ramadhan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. TRIBUN-VIDEO.COM - Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Subhanaka la ‘ilma lana illa ma ‘allamtana innaka antal ‘alimul hakim. Rabbi isyrahli sadri wa yassirli amri wahlul ‘uqdatam mil lisani yafqahu qauli. Kepada Allah kita bersyukur, Alhamdulillah. Di bulan Ramadhan kali ini, Allah limpahkan semua yang kita butuhkan tanpa kurang satu apa pun. Mudah-mudahan keberkahan menyertai kita dari awal sampai akhir, insya Allah. Selawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan berkah selawat dan berkah Ramadhan mencatat kita sebagai hamba Allah dan umat Nabi Muhammad yang insya Allah mendapat syafaat di akhirat kelak. Amin ya Rabbal alamin. Pendahuluan Penonton Tribun semuanya, pada Ramadhan kali ini kita akan membahas sebuah tema yang agak sedikit "anak muda", yaitu: "Nada Irama Ramadhan". Apa sebenarnya Nada Irama Ramadhan ini? Ramadhan adalah bulan yang sangat diidam-idamkan, ditunggu-tunggu, dan sangat digembirakan. Saking bahagianya, kegembiraan itu sering disebut sebagai hiburan yang diiringi irama dan nada. Tentu, nada dan irama yang dimaksud di sini adalah hal-hal syar'i yang berkaitan dengan Ramadhan. Irama-Irama Khas Ramadhan 1. Bunyi Sahur Sahur itu hanya ada di bulan Ramadhan. Nadanya macam-macam; ada yang pakai gendang, kaleng, bambu, hingga suara dari mik masjid. Ini adalah bagian dari nada irama Ramadhan yang pertama. Sungguh indah dan mengasyikkan. 2. Sirine Imsak Begitu mendekati Subuh, akan terdengar bunyi sirine "Tit!". Suara ini mengajak jamaah melalui masjid-masjid: "Yuk semuanya, imsak sudah datang, mari kita niat puasa." Ini adalah irama yang tidak ada di luar bulan Ramadhan. 3. Azan Subuh dan Shalat Berjamaah Suara azan Subuh di bulan Ramadhan terasa sangat istimewa karena suasananya yang ramai. Semua orang sudah bangun, sudah sahur, dan masjid-masjid biasanya penuh karena diingatkan oleh nada irama Ramadhan ini. 4. Kuliah Subuh dan Kajian Duha Setelah shalat Subuh, ada kuliah Subuh dengan tema-tema yang dibawakan oleh guru-guru dan ulama kita. Begitu pula dengan kajian Duha bagi yang menyelenggarakannya. 5. Suasana Zuhur di Masjid Saat Zuhur, masjid menjadi tempat untuk menenangkan pikiran. Mungkin karena lelah bekerja atau cuaca panas, kita masuk masjid, shalat berjamaah, mendengarkan tausiah, lalu beristirahat sejenak sambil tadarus Al-Qur'an. Itulah irama Ramadhan di siang hari. Menjelang Berbuka (Ngabuburit Syar’i) Menjelang sore, kita mengenal istilah "ngabuburit". Namun, ngabuburit yang syar’i di bulan Ramadhan biasanya diisi dengan: Tilawah Al-Qur'an: Suara merdu qori-qori juara yang dikumandangkan di masjid-masjid. Kultum: Kuliah tujuh menit sebelum berbuka yang disampaikan oleh para ulama. Sirine Berbuka: Suara yang paling ditunggu. Saat mendengarnya, kita berdoa bersama. Rasanya luar biasa, seolah dunia milik kita saat itu. Ibadah Malam dan Syahdunya Tadarus Masuk waktu Isya dan Tarawih, terdengar pula nada khas: "Subhanallahil malikil ma'bud, Subhanallahil malikil ma'shud..." Ini adalah irama ajakan untuk melaksanakan Qiyamul Ramadhan (Tarawih). Setelah itu, suasana malam hingga siang kembali riuh dengan suara tadarus dari masjid dan langgar. Mulai dari anak kecil, remaja, orang tua, hingga kakek-nenek yang suaranya sudah tidak sempurna pun, lantunan Al-Qur'annya terasa sangat syahdu dan menyejukkan hati. Puncak Ramadhan: Isak Tangis dan Lailatul Qadar Di ujung Ramadhan, nada iramanya berubah menjadi isak tangis muhasabah, terutama di malam-malam Lailatul Qadar. Kita berharap bisa panjang umur sampai 10 hari terakhir dan bertemu malam yang luar biasa itu. Seorang mukmin akan meneteskan air mata bahagia karena bisa sampai ke titik ini. Di awal Ramadhan, Allah turunkan rahmat. Di pertengahan, Allah turunkan ampunan (maghfirah). Di akhir, Allah selamatkan kita dari api neraka. Tangisan itu adalah tangisan bahagia seorang hamba karena bisa beriktikaf, berzikir, khatam Al-Qur'an, dan melakukan Qiyamul Lail. Penutup: Gema Takbir Kemenangan Inti dari semua irama ini meledak pada tanggal 1 Syawal: "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd." Kalimat ini menggemparkan telinga dan meruntuhkan hati orang beriman karena kerinduan dan kebahagiaan atas sebuah perjuangan. Mudah-mudahan kita benar-benar menikmati nada irama Ramadhan kali ini melalui telinga, merasuk ke hati, mengalir dalam tubuh, dan akhirnya kita keluar menjadi pribadi yang Minal Aidin Wal Faizin—kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Siapa yang bahagia dengan datangnya Ramadhan, maka Allah haramkan jasadnya dari api neraka. Semoga kita semua mendapatkan nikmat itu. Amin ya Rabbal alamin. Banyak bicara tentu banyak salah, kepada Allah saya mohon ampun, Astaghfirullahalazim. Kepada para pendengar dan penonton Tribun, saya mohon maaf lahir dan batin. Program: Mutiara Ramadhan program: Prof Nurhadi, MH MPd Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani Uploader: Faizal Amir