У нас вы можете посмотреть бесплатно Warga Jember Salat Tarawih Lebih Awal dari Pemerintah, Pakai Metode Hitung Khas Kiai Sepuh или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNMATARAMAN.COM - Ratusan jemaah Pondok Pesantren Mahfilud Duror di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember melaksanan salat Tarawih, Senin (16/2/26) malam. Umat muslim di kawasan Jember Utara ini telah menetapkan pelaksanan ibadah puasa mulai, Selasa (17/2/2026). Lebih awal dari ketetapan pemerintah. Tampak malam itu, ratusan warga dan santri melaksanakan salat Tarawih secara khusyu' pada pukul 19.30 WIB. Mereka melaksanakan ibadah tersebut sebanyak 23 rakaat. Metode Awal Puasa yang Dipakai Pengasuh Ponpes Mahfilud Duror KH Ali Wafa Abdullah mengakui penetapan awal Ramadan tersebut, tidak menggunakan metode rukyatul hilal maupun hisab yang digunakan Muhammadiyah. Dia mengatakan, penetapan awal puasa ini dihitung lima hari dari awal Ramadan tahun sebelumnya. Selain itu, kata dia, hal ini juga dihitung enam hari setelah penetapan wukuf. "Tahun kemarin kami mengawali Ramadan pada hari Jumat. saya hitung lima tepatnya sekarang ini, yang kedua kami melihat wuKuf itu hari Kamis. Jadi kalau Kamis dihitung pakai rukun iman enam," ujarnya. Menurutnya, hitungan tersebut merupakan ajaran dari guru kiai sepuh Ponpes ini bernama KH Abdul Hamid, berdasarkan kitab Nushatul Majaalis wa Muntohabul Nafaais bahkan telah diterapkan sejak 1826. "Hitungannya lima hari dari ramadan pertama, akan menjadi awal Ramadan selanjutnya," papar Ali Wafa. Perbedaan Awal Puasa Bagian Keragaman Ia menilai perbedaan penetapan awal Ramadan bagian dari keragaman yang jadi rahmat tuhan. Kata dia, penting saling menghargai perbedaan ini. "Jadi saya mengawali sekarang, mungkin yang lain akan mulai besok atau lusa itu semua benar tidak ada yang salah. Yang salah itu yang tidak puasa," ucap Ali Wafa. Berdasarkan metode hitungannya, Ali Wafa menetapkan ibadah puasa bagi kaumnya pas 30 hari. Ia menduga mungkin pelaksana Lebaran pun juga lebih awal nantinya. VP: Rizky Reporter: Imam Nawawi Host: Heftys WEBSITE: https://mataraman.tribunnews.com/ #TribunMataraman #Mataraman #Blitar #Kediri #Nganjuk #Trenggalek #Tulungagung