У нас вы можете посмотреть бесплатно Penjelasan Pemkab Sukabumi Viral Patung Penyu Rp 15,6 M Rusak, Terbuat dari Kardus или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Patung penyu yang berada di Alun-Alun Gadobangkong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat rusak. Bagian tempurung penyu tersebut bolong dan ternyata materialnya menggunakan kardus serta bambu. Kerusakan patung penyu ini disorot karena bernarasi menelan biaya Rp15,6 miliar. Tak hanya patung penyu, sejumlah fasilitas di Alun-Alun Gadobangkong juga rusak seperti jogging track dan beberapa fasilitas lainnya. Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menyatakan bahwa Alun-Alun Gadobangkong merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dibangun oleh pihak ketiga. Setelah rampung dibangun, selanjutnya Pemprov menyerahkan fasilitas publik itu kepada Pemkab Sukabumi pada September 2024. Pemkab Sukabumi sendiri belum memiliki anggaran untuk merawatnya. Ade membenarkan proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp15,6 miliar. Namun bukan hanya untuk patung penyu saja, tetapi keseluruhan fasilitas di Alun-Alun Gadobangkong. Sementara itu pihak rekanan proyek pembangunan Alun-alun Gadobangkong, Imran Firdaus, menjawab viralnya patung penyu di Sukabumi yang disebut-sebut terbuat dari kardus hingga disebut menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Imran mengatakan anggaran untuk ornamen patung penyu tidak mencapai miliaran rupiah, melainkan hanya sekitar Rp 30 juta. Terkait material yang tampak seperti kardus dalam video, Imran menjelaskan bahwa patung tersebut sebenarnya dibuat dari resin dan fiberglass, bukan kardus. Material kardus yang terlihat hanyalah alat bantu dalam proses pencetakan, bukan bagian dari struktur ornamen. Imran menegaskan, jika ornamen penyu itu dibuat dari kardus tidak akan tahan dari cuaca ekstrem, terlebih posisinya di tepi pantai. Pihaknya juga menyayangkan karena pada saat proyek selesai, banyak yang berswafoto di atas patung penyu tersebut. Sehingga menyebabkan tekanan yang mempercepat kerusakan. Imran juga menjelaskan bahwa desain Alun-alun Gadobangkong telah disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Namun, hantaman ombak besar sejak Maret 2024 menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur di lokasi ini. Menurutnya, kerusakan yang terjadi bukan akibat kesalahan konstruksi, melainkan karena faktor alam. News Anchor : Muhammad Khoiru Anas Video Editor : ica Download aplikasi berita TribunX di PlayStore atau AppStore untuk dapatkan pengalaman baru Jangan sampai ketinggalan informasi terupdate dan berita pilihan Tribun Jateng. Ikuti saluran kami di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaGG...