У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴Iran Bersumpah Buat AS Menyesal usai Kapal Perang Ditenggelamkan, Kim Jong-Un Siap Bekingi Teheran или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Amerika Serikat (AS) melakukan kekejaman karena menenggelamkan kapal angkatan laut Iran. Araghchi memperingatkan bahwa Pentagon akan menyesali perbuatan tersebut. Dalam keterangan resmi di X pada Kamis (5/3/2026), Araghchi mengatakan bahwa kapal fregat Dena membawa 130 pelaut Iran. Mereka baru saja mengikuti latihan angkatan laut multinasional Milan 2026 serta parade armada yang digelar di India. Namun, kapal Iran diserang oleh AS ketika perjalanan pulang melintasi perairan internasional, tepatnya di lepas pantai Sri Lanka. Serangan itu mengakibatkan 87 pelaut tewas, 32 orang lainnya berhasil diselamatkan, dan sisanya masih hilang. Korban selamat kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Galle, Sri Lanka. Iran memastikan bahwa AS akan menyesal karena telah menenggelamkan kapal perangnya. "Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah mereka tetapkan," tulis Araghchi, dikutip dari Al Arabiya pada Kamis (5/3/2026). Sementara itu, Menteri Pertahanan AS dengan bangga mengumumkan keberhasilan pasukannya. Menurutnya, ini merupakan kali pertama bagi Pentagon menenggelamkan kapal perang musuh menggunakan torpedo sejak Perang Dunia II. "Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional," kata Hegseth. Sementara itu, Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengatakan negaranya siap memasok rudal ke Iran jika Teheran memintanya. Menurut Kim Jong Un, satu rudal saja cukup untuk menghabisi Israel. Pernyataan itu muncul setelah serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pda Sabtu (28/2). Diketahui, Pyongyang mengecam tindakan Israel dan sekutunya. Menurutnya, serangan itu ilegal dan pelanggaran kedaulatan Teheran. Sebagai informasi, keterlibatan langsung Korea Utara dalam konflik AS, Israel dan Iran ini dinilai berpotensi memperluas eskalasi konflik di kawasan. Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai situasi tersebut juga bisa menjadi peluang bagi rezim Kim Jong-un. Salah satunya, bisa memperkuat posisi politik dan militernya di tengah ketegangan geopolitik global. Sebagai informasi, konflik antara Iran, Amerika Serikat dan Israel hingga kini masih tegang. Menteri Pertahanan Israel, Katz mengancam akan menghabisi pengganti Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. “Pemimpin mana pun yang ditunjuk oleh rezim teroris Iran untuk terus memimpin program penghancuran Israel, mengancam Amerika, dunia bebas, dan negara-negara regional, serta menindas rakyat Iran akan menjadi target pasti untuk dieliminasi.” jelasnya. Katz menegaskan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sudah menginstruksikan IDF untuk bersiap. Ia menyebut, Israel bersama mitranya itu akan terus menghancurkan semua kemampuan rezim Iran dengan kekuatan penuh. (Tribun-Video.com/Agung Tri Laksono) Artikel ini telah tayang di Al Arabiya dengan judul, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan AS akan 'sangat menyesali' preseden yang dibuat oleh tenggelamnya kapal tersebut. https://english.alarabiya.net/News/mi... Program: Hot Topic Editor Video: Difa Isnaeni Azizah #viory