У нас вы можете посмотреть бесплатно Nabi Muhammad dan Lemak Daging Khaybar или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
https://hadeethenc.com/id/browse/hadi... (BUKHARI - 2072) : Telah menceritakan kepada kami 'Abdan telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Ibnu Syihab; Aku mendengar Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semoga Allah melaknat Yahudi, karena telah diharamkan atas mereka lemak hewan (sapi dan kambing) namun lalu memperjual belikannya dan memakan uang jual belinya". Berkata, Abu 'Abdullah Al Bukoriy: ' Qaatalahumullah artinya Allah melaknat mereka. (qutila) artinya (lu'ina) seperti artinya: "Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta." Tabari VIII, pg. 117 Nabi Muhammad berdoa pada Allah: “Buka bagi mereka tentara Muslim) untuk menaklukkan benteng-benteng Khaybar, terutama yang paling banyak mengandung makanan dan daging berlemak.” https://sunnah.com/bukhari:4428 Sahih al-Bukhari 4428 - DISAMPAIKAN OLEH AISYAH: SANG NABI DALAM KESAKITANNYA YANG MENYEBABKAN DIA MATI, SERING BERKATA, "WAHAI AISYAH! AKU MASIH SAJA MERASAKAN SAKIT KARENA MAKANAN YANG KUMAKAN DI KHAIBAR, DAN SEKARANG, AKU MERASA URAT JANTUNGKU TERPUTUS KARENA RACUN ITU." https://hadithprophet.com/Hadith-engl... Hadith Sunan An-Nasa'i, no. 4435 Abdullah bin Mughaffal berkata: Sebuah kantong lemak dilempar untuk dibagikan di hari Khaybar, dan aku mendapatkannya dan aku berkata: 'Aku tak akan membagi ini dengan siapapun.' Aku berbalik dan melihat Rasulullah sedang berdiri di sana, beliau tersenyum." Sirah Nabawiyah oleh Ibn Hisham, halaman 282 (7) Kemudian penyakit tersebut menguasai Nabi sehingga dia sangat menderita. Dia berkata: “Tuangkanlah air dari tujuh kantong kulit dari berbagai sumur ke atasku agar aku dapat keluar menemui orang-orang dan memberi petunjuk kepada mereka.” Kami mendudukkannya di bak mandi milik Hafsah, putri Umar, lalu kami menuangkan air ke atasnya hingga ia berkata, “Cukup, cukup!”