У нас вы можете посмотреть бесплатно Uji Iman vs Kenyamanan || Yunus 1:2 || Renungan Harian - Senin, 16 Maret 2026 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
RENUNGAN HARIAN Senin, 16 Maret 2026 – Yunus 1:2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku” “Borhat ma ho laho tu Ninive, huta na bolon i jala martingting dompak huta i, ai nunga pola maungaung hajahatonnasida sahat tu jolongku.” ANTARA NINIWE DAN TARSIS UJI IMAN VS KENYAMANAN Sahabat Renungan Harian, saudara-saudariku di dalam nama Tuhan Yesus. Kita semua pasti pernah berada di posisi kebingungan untuk menentukan sikap, di mana kita ditantang untuk melakukan satu hal yang kita tahu persis sebenarnya hal itu benar dan seharusnya kita lakukan, tetapi karena membutuhkan sebuah keberanian, akhirnya kita lebih memilih menikmati “suasana nyaman” kita daripada melakukannya. Mari kita belajar dari nas hari ini, satu ayat yang menjadi pemicu drama pelarian Yunus. Nas ini dimulai dengan kata: "Bangunlah...". sebuah kata yang sesungguhnya menjadi panggilan untuk bertindak segera. Maka disini Tuhan sedang memberikan perintah, namun perintah ini diperhadapkan dengan sebuah situasi berat, karena begitu Tuhan menyebut nama kota Niniwe, bagi telinga orang Israel seperti Yunus, Niniwe adalah kata yang memuakkan. Niniwe adalah simbol kekejaman, penyembahan berhala, dan penindasan. Pergi ke sana membutuhkan nyali besar. Panggilan dan perintah kepada Yunus ini, menjadi sinyal panggilan kita saat ini. Tuhan menyapa kita saat ini, yang mungkin saja sedang menikmati "suasana nyaman" hidup kita. Mungkin saja kita sudah merasa cukup dengan ibadah-ibadah rutin, cukup dengan melayani di lingkaran yang kita kenal dalam suasana nyaman, atau suasana kerja yang baik-baik saja. Tuhan berkata, "Bangun! Ada tugas yang lebih besar." Pertanyaannya: Apakah kita siap menerima tugas yang lebih menguji iman kita, apakah kita siap ketika kenyamanan kita sedikit terusik untuk tugas yang Tuhan berikan? Atau malah memilih mencari nyaman, seperti Yunus yang lari ke Tarsis? Inilah ujian iman kita saat ini. Siapapun kita, apapun profesi kita, Tuhan mau mengutus kita untuk sebuah tugas iman, yaitu mengingatkan, menasihati dan menegur sesama supaya tidak terlena dalam dosa, supaya mau meninggalkan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan Allah. Baiklah kita tidak merasa cukup nyaman dengan keadaan kita. Jangalah kita menunjukkan ketaatan kepada Tuhan hanya dalam kondisi di mana tugas pekerjaan dan pelayanan kita sesuai dengan selera kita. Jangan hanya bersedia melayani, asal orangnya baik. Kita mau mengampuni, asal lukanya tidak dalam. Keluarlah dari confort zone, atau zona nyaman hidup kita. Tuhan menati kualitas dan tanggung jawab iman yang lebih besar, untuk menyuarakan kebaikan, kebenaran dan pertobatan. Amin! Selamat beraktivitas! Tuhan Memberkati!