У нас вы можете посмотреть бесплатно Sejumlah Korban Praka RM Mulai Angkat Bicara, Ngaku Dicambuk hingga Diminta Puluhan Juta Rupiah или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUN-VIDEO.COM – Imam Masykur (25), pemuda asal Aceh meninggal dunia setelah dianiaya Praka RM, oknum anggota Paspampres dan dua anggota TNI lainnya. Jasad Imam Masykur ditemukan warga di aliran Sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat pada Selasa (15/8/2023) sekitar 12.30 WIB. Sebelum dianiaya, Imam Masykur diculik bersama temannya berinisial H. Imam Masykur dan H lalu dibawa paksa para pelaku dari toko obat tempat mereka bekerja di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten pada 12 Agustus 2023. Dia kemudian dianiaya dan dimintai uang Rp 30 juta agar bisa dibebaskan hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa 3 hari kemudian. Saat ini Pomdam Jaya sudah mengamankan 3 oknum TNI yang terlibat penganiayaan serta pembunuhan Imam Masykur. Ketiga oknum TNI tersebut masing-masing berinisial Praka RM, Praka J, dan Praka HS. Pengakuan Korban Lainnya Imam Masykur (25) ternyata bukan satu-satunya korban kekejaman Praka RM. Sejumlah pemuda asal Aceh di Jakarta juga pernah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh Praka RM. Modusnya nyaris sama seperti yang terjadi pada Imam Masykur. Awalnya pelaku mengaku sebagai polisi. Korban dibawa paksa ke dalam mobil, dianiaya hingga diminta uang tebusan puluhan juta rupiah. Berikut pengakuan salah seorang korban Praka RM, ZF (33), warga Sawang, Aceh Utara. Dikutip dari Serambinews.com, ZF mengaku sampai saat ini masih trauma dengan kejadian yang menimpanya. "Sampai sekarang saya belum berani balik ke Jakarta bang. Trauma kali saya," kata ZF saat ditemui di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Senin (28/8/2023). Kepada Serambinews.com, ZF menceritakan kronologis penganiayaan yang dialaminya. Menurut ZF, dirinya ditangkap dua hari menjelang Lebaran Idul Fitri, April 2023. Saat itu ia sedang berjualan di tokonya, kawasan Bekasi. "Saya ditangkap jam 2 siang (14.00 WIB), bulan puasa, dua hari menjelang Idul Fitri," kenangnya. Ada empat orang yang datang ke toko tempat ia berjualan. Salah satunya menggunakan baju polisi dilengkapi senjata api yang disebutnya sebagai Praka RM, dan tiga lainnya mengenakan kemeja putih. Semuanya menggunakan masker. "Mereka mengaku dari polisi, dan saat berada di mobil, mereka mengaku dari Polda," kata ZF. Saat datang ke tokonya, keempat orang tersebut mengamankan handphone, uang di dalam laci toko termasuk di dalam celana, dan barang-barang berharga lainnya. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Muncul Pengakuan Korban Lain Praka RM: ZF Dicambuk, Dianiaya hingga Diminta Puluhan Juta Rupiah, https://www.tribunnews.com/regional/2.... Penulis: Dewi Agustina