У нас вы можете посмотреть бесплатно MENGAPA PUASA BATIN LEBIH SAKTI DARI MANTRA DAN AJIAN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Puasa batin bukan sekadar menahan lapar atau menjauh dari kenikmatan jasmani. Dalam laku leluhur Jawa, puasa batin adalah jalan sunyi untuk membersihkan rasa, menenangkan batin, dan mengendapkan ego agar manusia kembali selaras dengan hidup, alam, dan Gusti. Video ini membahas bagaimana para pini sepuh dan empu Jawa memandang puasa batin sebagai fondasi seluruh ilmu kebatinan. Lebih dalam dari mantra, lebih halus dari ajian, dan bekerja tanpa suara—puasa batin justru menentukan arah dari seluruh kekuatan yang dimiliki manusia. Kita akan menelusuri konsep rasa, manunggaling kawula lan Gusti, hingga praktik laku sunyi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari: menahan reaksi, mengurangi pamrih, menjaga hening di tengah keramaian, serta belajar narimo tanpa menyerah. Ini bukan ajakan untuk percaya secara buta, melainkan undangan untuk merenung. Sebab sebagaimana pitutur leluhur Jawa, ilmu sejati tidak datang kepada mereka yang tergesa, tetapi mendekat kepada mereka yang sabar, hening, dan bersedia berpuasa dalam batinnya. Tulis di kolom komentar dari kota mana panjenengan menonton, serta pengalaman atau pertanyaan panjenengan tentang laku puasa batin. Jangan lupa subscribe agar tidak ketinggalan pembahasan tentang ilmu Jawa Nusantara, kejawen, dan praktik laku batin dalam kehidupan sehari-hari. #PuasaBatin #IlmuJawa #Kejawen #LakuJawa #IlmuLeluhur #SpiritualJawa #FilosofiJawa #Kebatinan #ManunggalingKawula #LakuSunyi #IlmuRasa #WarisanNusantara #PituturJawa #BudayaJawa #JalanSunyi #KesaktianSejati #SpiritualIndonesia DESCLAMER: Konten di channel ini disajikan untuk tujuan edukasi, refleksi, dan pelestarian budaya, khususnya yang berkaitan dengan Ilmu Jawa, pitutur leluhur, dan filosofi kehidupan. Sebagian cerita dan penggambaran disusun secara naratif dan fiktif, serta dikembangkan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) sebagai media penyampaian pesan moral dan nilai kehidupan.