У нас вы можете посмотреть бесплатно Pengejaran Dajjal Oleh Nabi Isa Dan Para Pengikutnya или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Deskripsi ini mengangkat salah satu peristiwa paling dahsyat di akhir zaman, yaitu pengejaran Dajjal oleh Nabi Isa ‘alaihis salam bersama para pengikutnya yang beriman. Kisah ini berlandaskan keterangan hadits-hadits sahih tentang turunnya Nabi Isa di akhir zaman sebagai pembela kebenaran dan penghancur fitnah terbesar yang pernah menimpa umat manusia. Dalam narasi ini, digambarkan bagaimana Nabi Isa ‘alaihis salam turun di menara putih di sebelah timur Damaskus, lalu segera memimpin kaum mukminin untuk memburu Dajjal yang telah menebar kerusakan, kebohongan, dan tipu daya di seluruh penjuru bumi. Setiap langkah pengejaran menjadi simbol kemenangan iman atas kekafiran, kejujuran atas kebatilan, dan cahaya tauhid atas gelapnya fitnah akhir zaman. Dajjal yang selama ini merasa tak terkalahkan akhirnya diliputi ketakutan luar biasa ketika berhadapan langsung dengan Nabi Isa ‘alaihis salam. Ia melarikan diri menuju wilayah Palestina, hingga akhirnya terkejar di pintu Ludd. Di sanalah, dengan izin Allah SWT, Nabi Isa ‘alaihis salam membunuh Dajjal dan mengakhiri fitnah terbesar dalam sejarah umat manusia. Deskripsi ini juga menyoroti peran penting para pengikut Nabi Isa dan kaum beriman yang setia, yang tetap teguh di atas iman meski dunia diliputi kekacauan, peperangan, dan tipu daya. Mereka digambarkan sebagai generasi yang diselamatkan karena kesabaran, keteguhan tauhid, dan keyakinan penuh kepada janji Allah. Melalui kisah pengejaran ini, penonton diajak merenungi betapa dekatnya pertolongan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang istiqamah, serta menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati bukan terletak pada kekuatan senjata, tetapi pada keimanan, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah SWT.