У нас вы можете посмотреть бесплатно Persawahan di Ubud Bali или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#welovewithlove #interviewwelovewithlove Pemerintah Bali dan masyarakat Bali menyambut baik ketika Subak di tetap kan oleh Unesco sebagai warisan budaya dunia di tahun 2012. Menurut data Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013, Subak di Bali memiliki luas sekitar 20.000 ha terdiri atas subak yg berada di lima kabupaten yaitu Bangli, Tabanan, Badung, Gianyar dan Buleleng. Subak, sebagai lembaga sosial yang mengatur pola aktivitas petani dalam irigasi pembagian air secara adil, pembagian penanaman, serta alat kontrol sosial untuk petani yang berlaku curang, tentunya menciptakan hubungan yang harmonis serta meningkatkan semangat gotong royong antar kelompok petani. Namun pada kenyataannya faktor alam menjadi ancaman lain bagi keberlangsungan petani subak. We Love With Love ketika bertandang ke daerah ubud berkesempatan bertatap muka dan berdialog dengan kelompok tani subak dan mendengar permasalahan yang dihadapi seperti yang di ungkapkan Ketua kelompok tani Subak Jero Kuta Singakerta, Kec. Ubud , Kab. Gianyar Bali yakni Bapak Made Karta. Dalam kegiatan pertemuan kelompok subak di wilayahnya, Made Karta menyampaikan, pada musim kemarau debit air sangat sedikit, selain itu juga saluran irigasi yang diharapkan dapat menggenangi persawahan di wilayah itu mengalami sumbatan dan kebocoran akibat munculnya yuyu/ketam/kepiting air tawar yang merusak parit sehingga kapasitas air tidak dapat mengalir secara maksimal ke Area persawahan. Untuk mengoptimalkan kembali pengairan di area tersebut sangat di butuhkan pembangunan saluran pengairan permanen sepanjang kurang lebih 2 km untuk memenuhi kebutuhan air pada persawahan seluas 30 hektar. Kepada We Love With Love Made Karta mewakili 54 anggota aktif dari 94 anggota kelompok tani subak menitipkan harapan kepada pihak terkait untuk memberi sentuhan dan perhatian terkait aktivitas petani sawah demi persediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat petani khususnya serta masyarakat Bali pada umumnya, karena tanpa irigasi yang baik maka proses budi daya tanaman pangan tidak akan terlaksana dengan baik dan berimbas kepada penurunan hasil produksinya. Juga adanya saluran irigasi yang paten dan permanen akan menambah keindahan serta kerapian obyek wisata daerah Ubud khususnya didaerah Singakerta Ubud. Jangan lupa subscribe dan like ya.. Music Courtesy Youtube : Musik Rindik Bali - Wis Wani Amerta 56