У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴LIVE: Update Ojol Tewas Terbungkus Plastik di Bandar Lampung, Polisi: Ada Lebam dan Tangan Terikat или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. TRIBUN-VIDEO.COM - Penemuan jasad seorang pengemudi ojek online di indekos Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung pada Sabtu (7/2/2026) menggegerkan warga. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, kepala terbungkus plastik yang direkatkan lakban. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengaku kepada penghuni indekos lain bahwa dirinya menjadi korban pencopetan. Salah satu saksi, Anas (23), menyebut korban hanya membawa uang Rp200 ribu dan sempat bercerita soal kehilangan akibat dicopet. Menurut Anas, korban masuk ke kamar indekos pada Kamis siang dan seharusnya keluar pada Jumat. Namun ketika kamar diketuk, tidak ada jawaban. Karena curiga, ia mengintip melalui ventilasi dan melihat sepatu serta kaki korban di dalam kamar. Setelah pintu didobrak, korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Pemilik bengkel motor di depan indekos, Agus Sutiyono, menduga korban meninggal akibat dibunuh. Ia melihat kondisi kamar berantakan, tangan korban seperti terikat, dan wajah tertutup plastik. Ketua RT setempat, Gatot, membenarkan penemuan jasad tersebut. Ia segera menginstruksikan warga agar tidak menyentuh barang di lokasi hingga polisi datang. Menurut informasi dari ibu kos, korban baru menghuni kamar sejak Kamis (5/2) dan bekerja sebagai pengemudi ojek online. Selain itu, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto menyebut ada penemuan luka lebam pada bagian wajah korban. Hal itu disampaikan Kompol Gigih saat dihubungi Tribunlampung pada Minggu (8/2). Pihak kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI). (Tribun-Video.com/Tribunlampung.co.id)