У нас вы можете посмотреть бесплатно TANGSI BELANDA DI SIAK SRI INDRAPURA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Akhirnya kami tiba di Siak, menemui Tengku Gunawan seorang pemuda Siak yang senang mengunjungi situs situs bersejarah di Siak. Kami bertemu persisi di depan Istana Siak. Tengku Gunawan menunjukkan kepada kami bahwa lokasi Tangsi Belanda berada di seberang istana Siak. Tangsi ini terlihat masih sangat kokoh, meskipun telah dibangun sejak tahun 1860 atau sudah berusia selama 161 tahun. Memang ada bagian bangunan tangsi yang telah roboh beberapa tahun lalu, namun bangunan lainnya terlihat masih kokoh dan terawat. Beberapa potongan kayu yang merupakan bekas bangunan terlihat dijadikan monumen kecil di sisi kanan tangsi. Bangunan tangsi ini terdiri dari tiga bagian bangunan utama, yang kesemuanya terdiri dari dua lantai. Terlihat juga sebuah penampungan air berukuran besar yang terbuat dari beton. Arsitektur tangsi ini khas bangunan Belanda masa itu. Melihat letak tangsi Belanda dan pusat kerjaaan Siak yang hanya dipisahkan oleh sungai Siak, tentu saja menjadi pertanyaan menarik untuk digali lebih dalam tentang apa sebenarnya fungsi tangsi ini dan bagaimana hubungan Kerajaan Siak Sri Indrapura dengan Kerajaan Belanda pada masa itu. Foto-foto aktifitas tangsi di masa lalu dapat dilihat di dalam bangunan tangsi, menariknya tidak terlihat aktifitas militer Belanda yang menonjol dari foto-foto yang ada. Malah foto-foto yang ada menunjukkan aktifitas sosial seperti anak-anak belajar, permainan tarik tambang, dan aktifitas senam dan baris berbaris. Tourguide tangsi bernama Dadang menjelaskan kepada kami bahwa keberadaan tangsi ini pada masa lalu adalah dalam rangka kerjasama ekonomi antara Kerajaan Belanda dengan Kerajaan Siak Sri Indrapura yang bersifat saling menguntungkan --- video statement dadang ------ Jika berdasarkan keterangan Dadang tersebut maka wajar saja jika tidak terdapat banyak bukti aktifitas militer dari keberadaan tangsi tersebut, sebab keberadaan tangsi adalah untuk kepentingan kerjasama ekonomi antara dua kerajaan di bidang pertanian, pertambangan dan perdagangan. Namun disisi lain Dadang juga menyebutkan bahwa tangsi ini juga berfungsi sebagai zona pertahanan dan aktifitas pendidikan. Sebagai zona pertahanan, tentu saja terdapat serdadu Belanda berdiam di tangsi ini. --video statemnt dadang--- Untuk mengetahui fungsi dan bagaimana relasi antara Kerajaan Siak Sri Indrapura dengan Kerajaan Belanda pada masa itu tentu dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang hal ini. Tapi faktanya lainnya menyebutkan bahwa, konflik militer antara kerajaan Siak dan Belanda hanya pernah terjadi pada tahun 1753 yang dikenal sebagai peristiwa perang guntung. Peperangan tersebut dimenangkan oleh Kerajaan Siak Sri Indrapura di bawah pimpinan Tengku Buwang Asmara. Setelah itu praktis tidak ada lagi catatan sejarah yang menyebutkan terjadinya konflik militer antara kerajaan Siak dan Belanda. Kembali ke bangunan tangsi belanda, sebelum di bersihkan dan dirawat seperti sekarang ini, keberadaan bangunan dulunya terlihat rapuh dan tidak terawat. ---video wawan-- Keberadaan tangsi Belanda di Siak memang menyisakan beberapa pertanyaan untuk dijawab terutama mengenai relasi antara Kerajaan Siak Sri Indrapura dan Kerajaan Belanda di masa lalu. Saat ini Siak menjelma menjadi sebuah kabupaten dengan tata kota yang cukup apik di Provinsi Riau, Sungai Jantan yang membelah masih menjadi urat nadi dan urat sejarah yang menyimpan cerita panjang yang terentang selama hampir tiga abad...