У нас вы можете посмотреть бесплатно Panen Perdana Padi Lahan Kering di Bintan Utara Dihadiri Bupati Bintan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
BINTAN – Panen padi lahan kering pertama di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan resmi digelar pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara. Kegiatan bersejarah ini dihadiri langsung oleh Bupati Bintan, Robby Kurniawan, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa budidaya padi dapat berhasil dikembangkan di wilayah kepulauan. Setelah keberhasilan panen padi lahan kering di beberapa wilayah lain di Bintan, kini giliran Poktan Maju Jaya menikmati hasil kerja keras mereka. Kegiatan panen perdana ini turut dihadiri berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bintan, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan sebagai pendukung utama, serta jajaran pemerintah daerah dan instansi vertikal. Hadir pula Badan Pusat Statistik (BPS) yang melakukan kegiatan ubinan, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kepulauan Riau, serta Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian melalui penyuluh pertanian lapangan yang selama ini mendampingi Poktan Maju Jaya dalam Program Pengembangan Padi Lahan Kering pada Lahan Perkebunan dan Lahan Kering Lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Bintan Robby Kurniawan menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para petani. “Meski kata orang sulit di wilayah kepulauan, alhamdulillah kita bisa melakukan penanaman padi hingga panen, khususnya di Lancang Kuning Bintan Utara, setelah panen-panen sebelumnya di wilayah Bintan lainnya,” ujarnya. Bupati juga mengapresiasi berbagai bantuan yang telah disalurkan kepada Poktan Maju Jaya yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani. Semangat dan kerja keras petani, menurutnya, menjadi alasan pemerintah daerah untuk memprioritaskan dukungan dan bantuan ke depan guna meningkatkan produktivitas padi. “Ketahanan pangan yang kuat sangat dibutuhkan. Melalui Poktan Maju Jaya, ke depan diharapkan bisa menjadi corong ketahanan pangan di Bintan sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Poktan Maju Jaya, Manun, menyampaikan harapan agar pengembangan padi lahan kering dapat terus berkelanjutan. Ia mengaku para petani sudah terlanjur “jatuh cinta” dengan varietas Cakrabuana Agritan. “Mau lagi nanam di musim tanam berikutnya. Nasinya enak, masyarakat suka,” ungkap Manun. Varietas Cakrabuana Agritan sendiri merupakan salah satu Varietas Unggul Baru (VUB) Kementerian Pertanian yang dikenal berumur genjah, adaptif di lahan kering, serta menghasilkan nasi yang pulen. Mendukung hal tersebut, Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Provinsi Kepulauan Riau, Ahmad Tohir Harahap, yang hadir bersama Tim Swasembada Pangan Kabupaten Bintan, menjelaskan bahwa pengembangan padi lahan kering telah dimulai sejak 2025 di seluruh Indonesia, termasuk Kepulauan Riau. Target awal di Kepri seluas 50 hektare, kemudian meningkat menjadi 62,75 hektar, dengan realisasi di Kabupaten Bintan mencapai 40,5 hektar hingga akhir tahun lalu. “Harapan kita pengembangan padi lahan kering ini bisa terus berkelanjutan. Potensi Cakrabuana bisa mencapai 7 ton per hektar, tergantung bagaimana kita memeliharanya. Dengan menerapkan standar budidaya padi yang baik sesuai SNI IndoGAP (SNI 8969:2021), kami yakin produktivitas akan optimal,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa umur panen Cakrabuana sekitar 85 hari setelah tanam (HST) di lahan sawah irigasi dan sekitar 105 HST di lahan kering, sehingga memungkinkan peningkatan indeks pertanaman (IP) dari 1 menjadi 3 kali tanam per tahun. Keberhasilan uji adaptasi Cakrabuana di Bintan mendorong BBRMP Kepri untuk kembali mengujikannya pada 2026, sekaligus berkolaborasi dengan DKPP Bintan dan Poktan Maju Jaya serta poktan lainnya. Pada musim tanam berikutnya, pengembangan direncanakan meningkat dari 1 hektar menjadi 4 hektar, dengan harapan varietas ini dapat didiseminasikan ke kabupaten lain di Kepulauan Riau. BBRMP Kepri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung teknologi dan penyediaan benih demi keberlanjutan pengembangan padi lahan kering mendukung swasembada pangan nasional. Prosesi panen dipimpin langsung oleh Bupati Bintan dan diakhiri dengan santap bersama, mencicipi nasi dari beras Cakrabuana Agritan. Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi hangat antara BBRMP Kepri, anggota Poktan Maju Jaya, dan Pemerintah Desa Lancang Kuning, membahas langkah lanjutan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Bintan.