У нас вы можете посмотреть бесплатно Mengenal Beberapa Jenis Jeruk Jepang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
JENIS jeruk Jepang cukup banyak. Beberapa jenis di antaranya ada di dalam video ini. Saya tak mengulasnya secara khusus selain memberi sedikit catatan yang bersumber dari pengalaman saat tinggal di Jepang dan berdasarkan referensi yang saya baca. Musim panen atau musim pemetikan jeruk (mikan gari) di Jepang biasanya berlangsung mulai musim gugur atau aki (September-November) sampai musim dingin atau fuyu (Desember-Februari), persisnya antara Oktober sampai Januari. Pusat pembudiyaan jeruk di Jepang terpusat di tiga prefektur (sederajat provinsi): Wakayama, Shizuoka, dan Ehime. Jeruk keprok mandarin atau mikan (dibaca: mikang) jadi salah satu jenis jeruk paling populer di Jepang. Mikan tidak mempunyai biji dan gampang dikupas. Rasanya dominan manis, bercampur sedikit rasa masam/kecut. Umumnya orang Jepang menyukai rasa masam/kecut. Rasa kecut menandakan banyaknya kandungan vitamin C yang bagus bagi kesehatan. Itulah sebabnya kenapa lemon yuzu atau jeruk yuzu, misalnya, juga populer di Jepang tapi bukan untuk dimakan langsung. Yuzu merupakan buah sitrus yang rasa kecutnya melebihi rasa kecut lemon. Sangat jarang dimakan langsung, kulit dan daging yuzu sering digunakan dalam masakan dan minuman. Selain mengandung banyak vitamin C, yuzu juga memiliki kandungan kalsium, potasium, dan magnesium yang cukup tinggi. Banyaknya kandungan nutrisi membuat yuzu dipercaya berkhasiat untuk meningkatkan mood, mencegah penuaan dini, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Lemon yuzu terlanjur dikenal sebagai buah asli Jepang, tapi sebenarnya berasal dari Cina bagian tengah dan Tibet. Yuzu dikenalkan di Jepang dan Korea pasa masa pemerintahan Dinasti Tang (618-907). Kini, pembudidayaan lemon yuzu terpusat di Prefektur Kochi. Selain yuzu berasa macam/kecut, ada juga yuzu rasa manis. Yuzu manis dikenal dengan nama yuko dan hanya ada di Jepang. Namun, yuko kalah populer dibanding yuzu. Lantaran aroma yuzu yang kuat, maka buah yuzu sering diolah jadi minyak esensial atau pengharum, baik pengharum ruangan maupun sebagai penyedap makanan. Buah yuzu pun biasa dimasukkan ke dalam bak mandi mapun ke kolam pemandaian air panas atau onsen (dibaca: ongseng) sebagai aroma terapi, khususnya di musim dingin. Selain mikan dan yuzu, di Jepang ada juga jeruk daidai. Namun, daidai tidak populer sebagai buah yang biasa dikonsumsi karena rasanya pahit. Daidai mampu bertahan lama di pohon, bahkan sampai bertahun, jika tidak ada yang memetiknya. Warna daidai berubah jadi oranye (daidai-iro) di musim dingin dan kembali jadi hijau di musim panas. Walau bukan buah untuk dikonsumsi, daging daidai biasa dimanfaatkan sebagai penyedap masakan dan kulitnya digunakan dalam pengobatan tradisional. Daidai merupakan simbol kesehatan dan umur panjang, simbol keberuntungan dari generasi ke generasi, serta biasa dijadikan hiasan tahun baru di Jepang. Biasanya, di masa tahun baru, daidai ditaruh di atas dua tumpuk kue mochi bundar (kagami). Namun, karena daidai berukuran besar dan pahit, maka perlahan-lahan peran daidai digantikan oleh mikan. Adapun jeruk Jepang yang sedang populer dibudidayakan di Indonesia adalah dekopon. Sejauh ini diketahui, pembudidayaan dekopon pertama kali dilakukan di Desa Cihideung, Kecamatan Parongrong, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Dekopon berukuran besar, bisa mencapai rata-rata 1 kilogram per buah. Jeruk dekopon yang beredar di pasaran terbagi menjadi dua jenis, yaitu bibit dekopon hasil budidaya kultur jaringan dan bibit dekopon budidaya dengan teknik okulasi. Hal menarik lainnya adalah keberadaan tempat dagang atau lapak dagangan tanpa penjaga yang masih gampang ditemukan di desa-desa di Jepang. Tempat dagang semacam ini disebut mujin hanbaiki. Pembeli cukup memasukkan uang sejumlah harga barang ke kotak kayu, toples kaca, baskom kecil, atau kotak kaleng yang disediakan penjual. Ada lagi model lapak dagangan sejenis, tapi lebih modern yakni jidou hanbaiki atau vending machine. ARTIKEL TERKAIT: “Segar Manis Jeruk Dau di Malang” https://www.batikimono.com/2018/08/se... VIDEO TERKAIT: 1. Desa Wisata Jeruk Dau di Malang • Desa Wisata Jeruk Dau di Malang 2. Buah Tin di Jepang Dijual tanpa Penjaga • BUAH TIN DI JEPANG DIJUAL TANPA PENJAGA 3. Melihat Jemuran Buah Kesemek di Jepang • Jemuran Buah Kesemek di Jepang 4. Perbedaan antara Kesemek Jepang dan Kesemek Indonesia • Beda Kesemek di Jepang dan Indonesia MUSIC: Easy Lemon 60 Second oleh Kevin MacLeod berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...) Sumber: http://incompetech.com/music/royalty-... Artis: http://incompetech.com/ Easy Lemon 30 Second oleh Kevin MacLeod berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...) Sumber: http://incompetech.com/music/royalty-... Artis: http://incompetech.com/