У нас вы можете посмотреть бесплатно MELATIH CHAMPION NELAYAN CARA MEMPERBAIKI MESIN KAPAL GUNAKAN GPS FISH FINDER BUAT JARING BUBU LIPAT или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
PPN AMBON DAN CFI INDONESIA TINGKATKAN KAPASITAS NELAYAN LEWAT TOT CHAMPION NELAYAN cfi-indonesia.id. Ambon, 12–15 Agustus 2025 — Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon bekerja sama dengan GEF 6 Coastal Fisheries Initiative (CFI) Indonesia melaksanakan kegiatan Training of Trainers (TOT) Champion Nelayan. Kegiatan ini bertujuan membekali para nelayan kecil dengan keterampilan teknis dan menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Kegiatan TOT berlangsung selama empat hari dan diikuti oleh sekitar 30 nelayan terpilih dari sentra-sentra nelayan di wilayah Maluku, Papua Barat dan Papua Barat Daya, dua diantaranya Nelayan Perempuan. Materi pelatihan mencakup perbaikan mesin tempel kapal, perakitan alat tangkap ramah lingkungan, dan penggunaan teknologi navigasi seperti GPS dan fishfinder. Pelatihan terdiri dari sesi teori dan praktik. Hari pertama difokuskan pada pengenalan materi dan pembukaan simbolis dengan penyerahan buku pelaut serta seminar kit kepada peserta. Hari kedua, peserta mengikuti praktik perawatan dan perbaikan mesin tempel, didampingi langsung oleh tim Yamaha dan Suzuki serta instruktur dari Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang. Stefan Hans, dari Yamaha Marine, memberikan arahan teknis dalam membongkar dan merawat mesin 15 PK. Ia menekankan pentingnya perawatan mandiri oleh nelayan untuk menghemat biaya dan meningkatkan keselamatan di laut. Perwakilan Suzuki, Rullyanto Fransiscus, juga menyatakan apresiasinya terhadap pelatihan ini karena membantu nelayan mengatasi kendala teknis secara langsung di lapangan. Salah satu peserta, La Husen, nelayan dari Negeri Ureng, menyampaikan pengalamannya. Ia mengakui bahwa meski telah lama melaut, pelatihan ini memberikan pengetahuan baru yang sangat dibutuhkan, terutama dalam menangani kerusakan mesin saat di laut. Ia berharap pelatihan seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar lebih banyak nelayan bisa memperoleh manfaat serupa. Hari ketiga pelatihan difokuskan pada perakitan alat tangkap bubu, sebuah teknologi tangkap ramah lingkungan. Peserta diajarkan cara menyusun dan menggunakan bubu secara efektif dalam kegiatan penangkapan ikan. Hari keempat, pelatihan ditutup dengan praktik penggunaan GPS dan fishfinder. Peserta dilatih membaca navigasi laut secara digital dan menerapkannya langsung di atas kapal untuk meningkatkan efektivitas penangkapan sekaligus memperkuat aspek keselamatan. Adipati Rahmat, Project Manager GEF 6 CFI Indonesia, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara KKP (khususnya Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan) dan WWF US selaku GEF Agency. Sejak dimulai tahun 2020 dan akan berlangsung hingga 2026, program ini bertujuan mendukung pelabuhan perikanan dan masyarakat nelayan di Indonesia Timur. Menurutnya, salah satu kekuatan dari kegiatan ini adalah sifatnya yang "grounded" — langsung menyentuh kebutuhan masyarakat nelayan. Ia menjelaskan bahwa pelatihan seperti ini telah dilakukan di berbagai lokasi, seperti Teluk Wondama, Seram Bagian Timur, Kaimana, Maluku Tenggara, dan Morotai. Bahkan telah diperluas ke luar wilayah proyek awal melalui kemitraan strategis dengan PPN Ambon. Adipati menambahkan bahwa pelatihan yang menyasar teknologi sederhana seperti GPS sangat membantu nelayan, bahkan nelayan perempuan, untuk melaut lebih aman dan efisien. Hal ini mencerminkan pendekatan blue economy yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.