У нас вы можете посмотреть бесплатно INDONESIA TIDAK DIJUAL! Skandal 200 Triliun yang Hampir Menghancurkan Negara Konoha! или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Semuanya bermula dari angka misterius yang masuk ke rekening negara: Rp200 Triliun. Tanpa jejak, tanpa izin, dan tanpa asal-usul yang jelas. Dunia menyebutnya bantuan, tapi Purbaya tahu ini adalah jebakan maut yang dirancang untuk menggadaikan masa depan Indonesia. Di balik kemilau angka tersebut, tersimpan kontrak gelap yang mewajibkan Indonesia menyerahkan akses tambang strategis selama 40 tahun. Siapa yang berani menandatanganinya di balik punggung Presiden? Mengapa IMF begitu agresif? Ikuti kisah perjuangan Purbaya dan Burhanuddin dalam membongkar skandal ekonomi terbesar abad ini. Saat pejabat tinggi memilih diam dan sistem mulai berkhianat, hanya keberanian yang bisa menyelamatkan kedaulatan kita. Dari amarah Prabowo di ruang rapat hingga pengejaran rahasia di malam buta, inilah kisah tentang harga diri sebuah bangsa yang tak bisa dibeli dengan angka. Jangan biarkan suara kebenaran ini padam. Tonton sampai habis untuk memahami bagaimana kedaulatan kita sedang diuji. 📌 Dukung Perjuangan Kami: Jangan lupa untuk LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE agar pesan ini sampai ke seluruh rakyat Indonesia! Nyalakan lonceng notifikasi 🔔 untuk update kisah-kisah keberanian lainnya. #purbaya #prabowo #burhanuddin #kemenkeu #kejagung #imf #kedaulatanindonesia #dramapolitik #ekonomiindonesia Ekonomi #politikindonesia #kebenaranvskekuasaan ⚠️ DISCLAIMER PENTING !!!⚠️ 1. Cerita dalam video ini adalah KARYA FIKSI. 2. Nama tokoh, peristiwa, dialog, dan alur cerita disusun untuk kepentingan narasi, edukasi, dan hiburan semata. 3. Cerita ini tidak bermaksud menggambarkan kejadian nyata, tidak mewakili fakta hukum atau politik sebenarnya, serta tidak ditujukan untuk menyerang atau mendiskreditkan pihak mana pun. 4. Kesamaan nama atau karakter hanyalah kebetulan atau bagian dari kebutuhan cerita fiksi.