У нас вы можете посмотреть бесплатно Kisah Tragis Djambu Bol Kudus, Warisan Roesydi Ma’roef yang Berakhir Jadi Luka Sosial или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Djambu Bol adalah salah satu pabrikan kretek pribumi tertua di Kudus, didirikan oleh H. Roesydi Ma’roef pada tahun 1937. Usaha ini lahir dari akar sosial dan religius yang kuat, di mana Roesydi lebih dulu dikenal sebagai tokoh masyarakat Ngembalrejo yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Pendirian pabrik rokok ini berangkat dari prinsip sederhana, industri harus memberi manfaat bagi rakyat, bukan sekadar mengejar keuntungan. Dari sebuah rumah produksi kecil dengan puluhan pekerja perempuan, Djambu Bol mulai tumbuh menjadi merek rakyat yang dekat dengan kelas pekerja. Setelah vakum pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, Djambu Bol bangkit kembali pada tahun 1949 dan beralih dari produksi kelobot ke keretek kertas yang lebih sesuai kebutuhan pasar. Dalam dekade awal 1950-an, merek ini mencapai masa keemasan dan hampir menjadi raja rokok rakyat di Sumatera, terutama Lampung. Namun memasuki era persaingan modern, kemunculan pabrikan seperti Sukun (1950) dan Djarum (1951) mulai menempatkan Djambu Bol di posisi yang sulit. Sistem tradisional, pencatatan manual, dan distribusi terbatas membuat perusahaan ini berjalan tanpa inovasi berarti selama puluhan tahun. Memasuki tahun 1970–1990, Djambu Bol masih tetap hidup sebagai pabrik kretek manual yang menyerap ribuan buruh dan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, meski tertinggal dari pabrikan besar yang sudah bermekanisasi. Ketertinggalan ini mencapai puncaknya pada awal 2000-an, ketika biaya produksi meningkat, regulasi cukai makin ketat, dan pasar sepenuhnya dikuasai raksasa industri. Tahun 2008 menjadi akhir dari perjalanan panjang Djambu Bol, pabrik resmi tutup setelah lebih dari 70 tahun beroperasi. Penutupan ini memunculkan babak terakhir yang paling tragis dalam sejarahnya, konflik buruh dan manajemen 2008–2011. Ribuan pekerja tidak menerima upah serta pesangon, memicu aksi demonstrasi panjang selama tiga tahun. Hak buruh tersandera akibat aset perusahaan terpecah pada banyak ahli waris sehingga penjualan aset untuk pembayaran tidak pernah selesai. Kisah Djambu Bol bukan hanya sejarah industri kretek Kudus, tetapi juga potret jatuhnya sebuah perusahaan rakyat karena gagal beradaptasi dengan modernisasi, serta luka sosial yang masih dikenang hingga kini. ⸻ 🎙️ Narator: Fadila Noor ✍️ Naskah: ARAY 📺 Dipersembahkan oleh: Fuel of Legends Production ⸻ #DjambuBol #DjambuBolKudus #SejarahKretek #IndustriKretek #KretekIndonesia #RokokKudus #SejarahKudus #KudusHeritage #DokumenterKretek #SejarahRokokIndonesia #CeritaBrandLokal #BrandLegendaris #KisahPerusahaan #IndustriKretekKudus #KretekLegend #RokokLokal #SejarahIndustri #NarasiSejarah #HistoryIndonesia #KearifanLokalKudus #ArsipIndustriKudus #PabrikRokokTradisional #KisahEkonomiRakyat #SejarahBuruh #DjambuBol1937 #kisahinspiratif #biografitokoh #kisahnyata #tokohinspiratif #sejarahdunia #ceritamotivasi #inspirasihidup #sejarahindonesia #ceritaindonesia #indonesia