У нас вы можете посмотреть бесплатно Ribuan Jamaah I’tikaf di Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa pada Malam ke-23 Ramadan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #jamaah #itikaf #masjidagung #syehkyusuf #gowa #ramadan Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Seribuan jamaah memadati Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa di Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk melaksanakan i’tikaf pada malam ke-23 Ramadan, Jumat (13/3/2026) dini hari. Pantauan di lokasi, para jamaah mulai berdatangan sejak usai salat tarawih. Mereka datang secara membawa sajadah, Al-Qur’an. Suasana masjid tampak ramai namun tetap khusyuk. Jamaah terlihat duduk berzikir, membaca Al-Qur’an dan beberapa lainnya menunaikan salat. Para jamaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak tampak memenuhi area dalam masjid maupun pelataran. Salah satu jamaah, Muh Sandy Azril Hidayat (23), mengaku bersyukur bisa kembali melaksanakan i’tikaf di Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa pada malam ganjil Ramadan. “Alhamdulillah di malam 23 Ramadan ini sangat banyak jamaah. Pada malam ke-21 mungkin masih sedikit, tetapi malam ini membludak. Ini sudah ketiga kalinya saya i’tikaf di masjid ini,” ujar Sandy. Ia menjelaskan, i’tikaf memiliki makna mendalam bagi umat Muslim, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan. “Setiap tahunnya pada bulan Ramadan umat Muslim berbondong-bondong untuk mendapat pahala dan meningkatkan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata dia Menurutnya, pada sepuluh malam terakhir Ramadan umat Muslim semakin memperkuat ibadah karena tidak mengetahui kapan datangnya malam Lailatul Qadar. Sandy mengaku rangkaian ibadah yang ia jalani selama i’tikaf di antaranya salat tasbih dua rakaat, salat tahajud delapan rakaat, serta salat taubat dan hajat. Ia juga mengaku menikmati suasana i’tikaf yang ramai di masjid tersebut. “Memang i’tikaf itu berdiam diri di masjid, tapi karena saya suka keramaian jadi cukup menyenangkan. Rasanya bahagia melihat umat Muslim benar-benar datang mencari ridha Allah dan bersemangat mendapatkan pahala,” tuturnya. Pada awal Ramadan ia datang beriktikaf bersama keluarganya. Namun pada malam ke-23 ini ia memilih datang bersama sahabatnya. Sandy diketahui merupakan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dari jurusan Ilmu Hukum. Sementara itu, Bendahara Panitia Amaliah Ramadan Pengurus Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa, Dr Ismail Rasulong, mengatakan pihaknya memang memfasilitasi kegiatan i’tikaf selama sepuluh malam terakhir Ramadan. “Kami dari pengurus panitia Amaliah Ramadan memang memfasilitasi i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan,” ujar Ismail. Ia menjelaskan, khusus pada malam-malam ganjil seperti malam ke-23, 25 dan 27 Ramadan, panitia juga menyiapkan makan sahur bagi para jamaah. “Khusus malam ganjil kita fasilitasi makan sahur dan selebihnya sahurnya mandiri masing-masing jamaah,” katanya. Selain itu, panitia juga menyiapkan program ibadah seperti salat tahajud delapan rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah sebelum sahur bersama. Selama i’tikaf berlangsung, jamaah juga memanfaatkan waktu dengan berzikir dan membaca Al-Qur’an. Namun untuk salat tasbih dan salat taubat, panitia tidak memfasilitasi secara berjamaah dan diserahkan kepada masing-masing jamaah. “Kalau ada jamaah yang ingin melaksanakan salat tasbih atau taubat secara pribadi dipersilakan,” jelasnya. Ia mengaku, antusiasme jamaah mulai terlihat sejak malam ke-21 Ramadan. “Mulai malam ke-21 kami lihat sudah ada pergerakan sekitar 500 sampai 600 orang yang i’tikaf,” bebernya. Sementara pada malam ke-23 ini jumlah jamaah meningkat signifikan hingga lebih dari seribu orang. Ia mengamati mayoritas jamaah yang mendaftar i’tikaf berasal dari kalangan generasi muda. “Rata-rata yang datang untuk registrasi i’tikaf adalah generasi Z,” kata Ismail. Menurut Ismail, i’tikaf menjadi momentum bagi jamaah untuk lebih fokus beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan dengan harapan memperoleh malam Lailatul Qadar. “Mudah-mudahan jamaah bisa memperoleh malam yang lebih baik dari seribu bulan atau malam Lailatul Qadar,” ujarnya. Ismail menambahkan, jamaah yang datang juga berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak hadir bersama keluarganya. Ia mengaku telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan dan keamanan jamaah selama i’tikaf. “Kami berupaya memberikan kenyamanan agar jamaah bisa beribadah dengan khusyuk, meskipun tentu masih ada kekurangan,” katanya. Reporter: Sayyid Zulfadli Narator : Rasni Gani Supporting : Muh Khairan Kamil ( Mhs Magang Unhas) Editor Video : Muh Khairan Kamil ( Mhs Magang Unhas) Sanovra J.R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur