У нас вы можете посмотреть бесплатно Perayaan Misa | Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 | Jumat, 13 Februari 2026 | 10.00 WIB или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Gereja Katolik Redemptor Mundi Tema Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 (11 Februari 2026) adalah “Belas Kasih Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Penderitaan Sesama”. Hari Orang Sakit Sedunia diperingati setiap 11 Februari untuk mendoakan dan mendukung mereka yang sakit serta petugas kesehatan. Dicetuskan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1992, momen ini bertepatan dengan peringatan Bunda Maria dari Lourdes, menekankan solidaritas, empati, dan perawatan bagi penderita penyakit atau disabilitas. Hari Orang Sakit Sedunia 2026 Hari Orang Sakit Sedunia ke-34, yang dirayakan pada 11 Februari 2026, mengangkat tema: “Belas Kasih Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Penderitaan Orang Lain.” Tema yang dipilih oleh Paus Leo XIV ini menempatkan belas kasih bukan sekadar sebagai perasaan, melainkan sebagai tindakan nyata yang lahir dari kedekatan dan keberanian untuk memikul derita sesama, khususnya mereka yang sakit dan rapuh. Tokoh Orang Samaria yang Baik Hati menjadi pusat permenungan tahun ini. Ia tidak hanya tergerak oleh rasa iba, tetapi mengambil risiko untuk berhenti, mendekat, dan merawat orang yang terluka di pinggir jalan. Melalui figur Orang Samaria yang Baik Hati, Gereja diundang untuk merenungkan kembali panggilannya dalam merawat mereka yang menderita akibat penyakit, kemiskinan, kesepian, dan keterasingan. Kasih sejati selalu menuntut keterlibatan, kehadiran, dan kesediaan untuk berhenti di tengah kesibukan hidup demi sesama yang terluka di “pinggir jalan” kehidupan. Hari Orang Sakit Sedunia, yang ditetapkan oleh Santo Yohanes Paulus II pada tahun 1992, menjadi momen istimewa bagi Gereja universal untuk berdoa, berefleksi, dan memperbarui komitmen pelayanan kepada orang sakit. Melalui perayaan ini, umat beriman diajak untuk semakin peka mengenali Kristus yang hadir dalam diri mereka yang lemah dan menderita, serta menghadirkan Gereja sebagai rumah yang penuh kepedulian, pengharapan, dan penghiburan.