У нас вы можете посмотреть бесплатно Chapter 4 N of 1 - Opt Out Family или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Kita kalah dari algoritma Instagram dan TikTok yang membuat anak-anak scrolling terus? Mereka begitu karena engineer sosmed tersebut dengan baiknya membuat anak-anak kita di dalam discovery mode. Sosmed (melalui lensa kamera) memonitor gerakan mata anak-anak kita ketika anak-anak kita scrolling. Sehingga sosmed tahu kesukaan anak-anak kita. Kita tidak kalah. Kita harus mempelajari anak-anak kita setiap hari. Kita cari 5 love languages mereka: 1. Kata-kata pujian 2. Waktu bersama 3. Act of services 4. Hadiah 5. Sentuhan Kita harus tatap mata anak-anak ketika kita berbicara dengan mereka. Tidak gampang, saya juga sering tidak melakukannya. Kita cium dan peluk anak-anak kita sehari 4, 8, 12 kali. Kita cari tahu kesukaan anak kita, kita beri waktu dan dana untuk aktivitas yang mereka suka, kita temanin, kita beri ruang untuk mereka curious, explore, dan kreatif. Love language dan kesukaan anak kita bisa berubah ketika anak-anak beranjak menjadi remaja. Kita bisa create moment yang sekeluarga suka secara bulanan atau tahunan. Misalnya menonton ulang film yang disukai, kunjungi lagi restoran yang disukai, bepergian lagi ke holiday site yang disukai sekeluarga. Kita tidak boleh menganggap kesukaan yang lalu akan tetap selamanya. Kita tetap harus "mempelajari" mereka terus setiap hari. Dengan begitu, anak-anak kita akan mempercayai kita sebagai teladan dan source of wisdom.