У нас вы можете посмотреть бесплатно Puruk Cahu 1933: Menembus Jantung Pedalaman Sungai Barito или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Puruk Cahu 1933: Menembus Jantung Pedalaman Sungai Barito menghadirkan potret langka kehidupan masyarakat pedalaman Kalimantan pada masa Hindia Belanda. Melalui rekaman film kolonial tahun 1933 yang kini tersimpan di Eye Filmmuseum, Amsterdam, kita diajak menyusuri hulu Sungai Barito—wilayah yang menjadi ruang hidup masyarakat Dayak dan Bakumpai, sekaligus medan ekspansi kekuasaan kolonial Belanda. Artikel ini menguraikan Puruk Cahu sebagai simpul sejarah penting di pedalaman Borneo: dari jejak perlawanan Sultan Muhammad Seman dalam Perang Barito, pendirian bivak dan pos kolonial, hingga tumbuhnya pusat administrasi dan perdagangan di hulu sungai. Di balik ambisi kolonial, kamera juga merekam denyut kehidupan sehari-hari masyarakat setempat—perladangan berpindah, aktivitas sungai, permainan rakyat, pertunjukan simbolik, tarian adat, hingga momen domestik yang intim. Dari jarak waktu hampir satu abad, Puruk Cahu hadir sebagai sumber refleksi sejarah, lingkungan, dan identitas masyarakat pedalaman Kalimantan. #PurukCahu1933 #SungaiBarito #PedalamanKalimantan #SejarahKalimantan #SejarahKolonial #ArsipKolonial #FilmKolonial #EyeFilmmuseum #Dayak #BudayaDayak #HuluBarito #SejarahIndonesia #DokumenterSejarah #SejarahVisual #KalimantanTengah