У нас вы можете посмотреть бесплатно Kenapa Polisi Masih Urus SIM? Prof. Zainal Arifin Mochtar Usulkan Reformasi Radikal Polri или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Apakah Indonesia sedang terjebak dalam dominasi institusi keamanan yang terlalu sakti? Dalam sesi ini, pakar hukum tata negara Prof. Zainal Arifin Mochtar (Mas Uceng) membedah fenomena menguatnya Polri pasca-reformasi dan risiko besar menarik kembali TNI ke ranah sipil. Dengan analogi "Kobra dan Tikus", Prof. Uceng memberikan kritik pedas sekaligus solusi radikal bagi masa depan demokrasi kita. Diskusi ini merupakan bagian dari Konferensi Akademik "Masa Depan Demokrasi" yang menyoroti bagaimana instrumen hukum dan administrasi negara sering kali beralih fungsi menjadi alat kekuasaan. Mengapa kewenangan seperti pengurusan SIM dan STNK masih di tangan kepolisian? Apa dampaknya bagi integritas aparat? 00:00 Analogi “tikus & kobra”: Polisi kuat, tentara menguat jadilah problem ganda 01:06 Akar historis Polri: UUD 45, warisan kolonial, dan fungsi ganda awal kemerdekaan 03:28 Polisi sebagai alat sipil (RIS 49 & UUDS 50) lalu kembali melebur (UU 13/1969) dan dipisah pasca-Reformasi 06:55 Sejarah & kultur tentara: asal-usul faksi, “mitos tentara bisa apa saja”, dan bisnis kekuasaan 11:30 Kritik kebijakan Prabowo: menaikkan tentara saat Polri kuat → kontestasi kelembagaan & politik 15:39 Republikanisme sebagai prinsip: restrukturisasi kewenangan Polri/TNI + penutup Nasruddin Hoja (jangan terjebak simptom)