У нас вы можете посмотреть бесплатно Sebelum Tragedi Penembakan Smart Air, OPM KKB Papua Pernah Ancam Tembak Pesawat Wapres Gibran или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Dalam peristiwa tersebut, pilot dan kopilot pesawat dilaporkan meninggal dunia setelah dikejar dan dieksekusi. Sementara itu, tiga belas penumpang berhasil selamat. Kedua korban meninggal dunia diketahui bernama Kapten Egon Irawan dan Kapten Baskoro. Dari potongan video yang beredar, badan pesawat jenis Cessna Caravan dengan nomor registrasi PK-SNR tampak berlubang akibat tembakan. Hampir seluruh jendela pesawat pecah, sementara bagian sayap pesawat terlihat bolong dan cairan yang diduga bahan bakar menetes di sayap kiri. Insiden ini mengingatkan pada ancaman yang sebelumnya ditujukan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kelompok bersenjata secara terbuka mengancam akan menembak pesawat yang mengangkut Wakil Presiden dan rombongannya saat kunjungan kerja ke Papua pada awal Januari 2026. Atas pertimbangan keamanan, Wakil Presiden Gibran membatalkan rencana kunjungan ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 14 Januari 2026. Padahal, Yahukimo semula masuk dalam agenda kunjungan kerja setelah peninjauan di Wamena. Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, menyebut penembakan pesawat sipil sebelumnya sebagai peringatan keras agar Wakil Presiden tidak memasuki wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah perang. Ancaman itu disampaikan melalui siaran pers yang beredar luas. Pihak TPNPB juga menyampaikan pernyataan agar pemerintah pusat menyelesaikan persoalan politik di Papua, serta mengimbau masyarakat Papua untuk tidak menyerahkan tanah adat demi kepentingan pembangunan yang dinilai mengancam kehidupan masyarakat adat. Wakil Presiden Gibran sejatinya dijadwalkan mengunjungi Dekai, Yahukimo, menggunakan pesawat dari Bandara Wamena. Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah pertimbangan keamanan dari aparat. Pangdam XVII/Cenderawasih selaku Komandan Satgas Pengamanan VVIP, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, menyatakan dirinya menyarankan penundaan kunjungan setelah mencermati situasi keamanan yang dinilai tidak memungkinkan untuk kunjungan Wakil Presiden. Menurut Amrin, laporan intelijen menunjukkan adanya pergerakan kelompok bersenjata yang berpotensi mengganggu keamanan. Keputusan penundaan disebut diambil semata demi keselamatan Wakil Presiden, meskipun keinginan untuk mengunjungi Yahukimo sangat kuat. Sementara itu, Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra membenarkan penyerangan terhadap pesawat Smart Air PK-SNR yang terbang dari Tanah Merah. Pesawat dilaporkan mendarat sekitar pukul 11.00 WIT sebelum ditembaki. Sekitar pukul 13.00 WIT, pilot dan kopilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dalam situasi darurat, awak dan penumpang melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri. Namun pilot dan kopilot diduga menjadi target utama hingga akhirnya ditemukan tewas di sekitar landasan. Wakapolda Papua Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan kepolisian masih menyelidiki pelaku penembakan. Polda Papua juga menyiapkan pasukan untuk mengevakuasi jenazah kedua korban yang hingga kini masih berada di lokasi kejadian. Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua, yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga dan distribusi logistik. #pesawatsmartair #opm #kkbpapua News Anchor : Ayu Trianasari Video Editor : daf Download aplikasi berita TribunX di PlayStore atau AppStore untuk dapatkan pengalaman baru Jangan sampai ketinggalan informasi terupdate dan berita pilihan Tribun Jateng. Ikuti saluran kami di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaGG...