У нас вы можете посмотреть бесплатно AS Tiba-tiba Hantam Indonesia dengan Tarif 104% untuk Produk Panel Surya, Ternyata Ini Alasannya или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) menetapkan bea masuk sementara atas impor produk sel dan panel surya dari India, Indonesia, dan Laos. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melawan praktik subsidi pemerintah di negara-negara Asia tersebut yang dinilai merugikan industri dalam negeri AS. Berdasarkan lembar fakta yang dirilis Departemen Perdagangan AS pada Selasa (24/2/2026), tarif impor yang dibebankan cukup signifikan. Produk panel surya asal India dikenakan tarif tertinggi sebesar 125,87 persen. Disusul Indonesia sebesar 104,38 persen, dan Laos sebesar 80,67 persen. Data perdagangan pemerintah menunjukkan, ketiga negara ini memiliki peran vital dalam pasokan energi terbarukan AS. Tahun lalu, nilai impor tenaga surya dari Indonesia, India, dan Laos mencapai 4,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 75 triliun. Jumlah tersebut sekitar dua pertiga dari total impor AS sepanjang 2025. Keputusan terbaru ini merupakan tindak lanjut dari aduan yang diajukan oleh Alliance for American Solar Manufacturing and Trade. Mereka menuduh perusahaan-perusahaan China sengaja mengalihkan basis produksi mereka ke Indonesia dan Laos. Tujuannya disebut-sebut untuk menghindari tarif AS yang sudah ada sebelumnya. Mereka juga menuding produsen yang bermarkas di India menjual barang di bawah harga pasar ke AS. (Tribun-Video.com) Artikel ini telah tayang di Reuters dengan judul, https://www.reuters.com/sustainabilit... Program: Tribunnews Update Host: Agung Tri Laksono Editor Video: Nathanael Moer Rahardian Uploader: bagus gema praditiya sukirman