У нас вы можете посмотреть бесплатно Sangat Sedih Hanya Bisa Pasrah Satu Tiupan Angin Lagi Rumah Ini Bisa Runtuh или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Di usia yang seharusnya sudah beristirahat dan menikmati sisa waktu dengan tenang, Mak Emis justru masih harus berjuang. Tubuhnya sudah renta, langkahnya tak lagi kuat, tapi hatinya tetap tegar. Setiap hari beliau merawat suaminya yang sakit stroke. Mengangkat, membersihkan, menyuapi, menemani… semua dilakukan dengan tangan yang sudah keriput dan tenaga yang semakin terbatas. Tak ada keluhan panjang, tak ada tuntutan. Hanya kesabaran yang luar biasa. Namun ujian belum berhenti di situ. Rumah yang mereka tempati kini nyaris roboh. Dindingnya rapuh, atapnya miring, kayu-kayunya sudah lapuk dimakan waktu. Satu tiupan angin kencang saja seakan cukup untuk meruntuhkan tempat berteduh terakhir mereka. Kadang kita mengeluh karena hidup terasa berat. Tapi melihat Mak Emis, kita belajar bahwa sabar bukan berarti lemah. Sabar adalah kekuatan yang dipilih saat keadaan tidak bisa diubah. Video ini bukan hanya tentang kesedihan. Ini tentang keteguhan hati. Tentang cinta yang tetap bertahan dalam keadaan sesulit apa pun. Tentang seseorang yang mungkin tak dikenal banyak orang, tapi perjuangannya begitu besar di mata Tuhan. Semoga kisah Mak Emis mengingatkan kita untuk lebih bersyukur, lebih peduli, dan lebih menghargai orang tua selagi masih ada. Karena di balik wajah yang keriput itu, ada cerita perjuangan yang tak semua orang sanggup menjalaninya.