У нас вы можете посмотреть бесплатно Dermaga Suak Kemang Rusak dan Berlubang, Nelayan Tetap Bertaruh Nyawa Demi Melaut или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Dermaga Suak Kemang Rusak dan Berlubang, Nelayan Tetap Bertaruh Nyawa Demi Melaut Kondisi Dermaga Suak Kemang di Desa Petaling kini memprihatinkan. Sejumlah bagian lantai dermaga sudah rusak bahkan hilang, sehingga menyisakan jalur papan sempit yang masih bisa dilalui warga. Dari pantauan di lokasi, beberapa bagian dermaga tampak berlubang dengan papan yang patah dan lapuk. Kondisi ini membuat nelayan yang melintas harus berjalan ekstra hati-hati agar tidak terperosok ke bawah. Saat hendak naik atau turun dari perahu, para nelayan juga harus menggunakan tangga kayu di ujung dermaga yang kondisinya tak kalah memprihatinkan. Di sisi kanan kiri dermaga terlihat hutan mangrove yang rapat. Beberapa perahu kecil milik nelayan ditambatkan tepat di bawah dermaga yang kondisinya sudah miring dan rapuh. Nelayan setempat, Hasan Basri mengatakan, dermaga tersebut merupakan akses utama warga untuk melaut dan mencari nafkah setiap hari. “Jadi itulah kondisi dermaga yang kami gunakan untuk mencari makan sehari-hari. Kami lewat sini siang malam,” kata Hasan pada Sabtu (14/3/2026). Menurut dia, papan dermaga yang tersisa saat ini sebagian merupakan hasil swadaya masyarakat agar tetap bisa dilalui. “Papan lama sudah habis. Jadi masyarakat cari papan baru sekadar supaya bisa dipijak,” ujarnya. Akses menuju dermaga juga tidak mudah. Dari jalan aspal, warga harus menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer melalui jalan tanah puru yang kondisinya juga rusak. Meski begitu, Hasan tetap memilih menggunakan dermaga tersebut karena lokasinya paling dekat dengan rumahnya. “Kalau pindah ke dermaga lain jauh. Ada dermaga di Tanjung Nyato, tapi jalannya juga jelek dan lebih berisiko apalagi kalau malam hari,” ungkapnya. Editor : Disa Aryandi SIMAK MEDSOS Pos Belitung. Klik Link Dibawah Ini !!! https://belitung.tribunnews.com/ / posbelitung / belitungtribunnews / posbelitung / posbelitung1