У нас вы можете посмотреть бесплатно Menjaga Iffah Saat Dunia Tak Lagi Ramah - ustadz Subhan Bawazier или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Alhamdulillah, atas izin Allah ﷻ, majelis ilmu ini dilaksanakan di Masjid Baitur Rahman, Mitra Dago, Antapani, Bandung. Dalam suasana penuh keberkahan, jamaah berkumpul untuk meluruskan niat, menuntut ilmu, dan berharap agar setiap ilmu yang didapat menjadi sebab kemuliaan di dunia dan akhirat. Dalam ceramah ini dibahas sebuah tema penting dan sangat relevan dengan kondisi zaman, yaitu “Iffah di Tengah Zaman Fitnah”. Ustadz mengingatkan bahwa manusia tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, karena semua itu berada dalam rahasia Allah. Namun Allah telah memberikan “rumus kehidupan” dalam Al-Qur’an, bahwa siapa pun yang beramal shalih dalam keadaan beriman, baik laki-laki maupun perempuan, maka Allah pasti akan menganugerahkan kehidupan yang baik (ḥayātan ṭayyibah). Pembahasan kemudian mengarah pada pentingnya fokus berbuat baik di hari ini, tanpa terus dibebani oleh masa lalu ataupun ketakutan berlebihan terhadap masa depan. Masa lalu yang kelam bukanlah penghalang selama hari ini kita memilih untuk taat dan memperbaiki diri. Makna iffah dijelaskan sebagai kemampuan menahan diri, menjaga kehormatan, kebersihan hati dan raga, serta menjauhkan diri dari perkara haram dan syubhat. Di tengah derasnya fitnah zaman, sikap iffah menjadi benteng utama bagi seorang Muslim agar tetap lurus di atas jalan Allah. Dijelaskan pula perbedaan antara halal, haram, dan syubhat, serta bagaimana kehati-hatian dalam perkara syubhat dapat menjaga agama dan kehormatan seseorang. Ceramah ini juga menyentuh nasihat yang sangat menyentuh tentang tanggung jawab seorang laki-laki, khususnya dalam pernikahan, pentingnya memberi yang halal kepada keluarga, serta menjaga amanah sebagai pemimpin rumah tangga. Selain itu, dibahas pula tentang keluhuran budi (muru’ah), akhlak mulia, pengaruh nasab, ilmu, dan pendidikan dalam membentuk karakter seorang Muslim. Di akhir pembahasan, jamaah diajak untuk bermuhasabah: sejauh mana ilmu yang telah dipelajari benar-benar diamalkan dalam kehidupan nyata. Karena hakikat ilmu bukan sekadar diketahui, tetapi dipraktikkan hingga tampak dalam akhlak dan perbuatan sehari-hari. Semoga kajian ini menjadi pengingat, penguat iman, dan motivasi bagi kita semua untuk menjaga iffah, akhlak, dan ketaatan kepada Allah di tengah tantangan zaman yang penuh fitnah. Jangan lupa like, share, dan subscribe agar manfaat kajian ini bisa dirasakan lebih luas. Semoga Allah ﷻ memberkahi kita dengan ilmu yang bermanfaat dan amal yang diterima.#nasehat #islamkaffah #kajiansunnah #iislami #ustadzsubahanbawazier