У нас вы можете посмотреть бесплатно Gemblengan Pesantren Jadi Ahli Kajian Iran: Dinamika Reformis Vs Konservatif di Politik Iran (1/2) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#pesantren #bandung #sastraarab #uinjakarta #timurtengah #hubunganinternasional #iran #nukliriran #syiah #nahwu_shorof Di bagian pertama podcast ini, Dr. Asep Kamaludin Nasir bercerita tentang masa kecilnya di sekitar Terminal Cicaheum, perjalanan mondok di pesantren, budaya adab dan disiplin, hingga proses merantau ke Jakarta dan masuk ke dunia Bahasa dan Sastra Arab. Dari sana, obrolan berkembang ke skripsi sastra, perjalanan S2 dan S3, awal ketertarikan pada Iran, stigma “Syiah”, hingga penjelasan awal tentang struktur politik Iran. Kalau Anda sedang mencari podcast Indonesia tentang Iran, Syiah, pesantren, politik Iran, Timur Tengah, hubungan internasional, bahasa Arab, dan perjalanan intelektual akademisi, bagian ini sangat layak ditonton sampai selesai. Isi chapter di bawah mengikuti alur bahasan pada SRT asli. Chapters: 00:31 Pembuka dan perkenalan 02:13 Masa kecil di Cicaheum dan lingkungan terminal 05:12 Masuk pesantren dan dasar ilmu keislaman 08:26 Disiplin, leadership, dan kerasnya pendidikan pondok 10:42 Kisah “secret admirer” yang bikin dibotak 14:20 Merantau ke Jakarta dan mencari jalan hidup 16:08 Memilih Bahasa dan Sastra Arab 20:04 Skripsi Ahmad Syauqi dan sastra perlawanan 25:37 S2 UI dan awal fokus kajian Timur Tengah 27:24 Pak Suhardiman dan pelajaran communication skill 36:05 Tesis tentang Muhammad Khatami 37:49 Struktur politik Iran dari dalam 42:02 Kenapa peneliti Iran sering dicap “Syiah” 44:56 Reformis vs konservatif di Iran 47:23 S3, daya tahan mental, dan perjalanan akademik Salam Literasi, Wonderhome Library