У нас вы можете посмотреть бесплатно FULL Pengamat Timur Tengah Soroti Posisi Indonesia di Pertemuan Perdana KTT Board of Peace 1 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
GAZA, KOMPAS.TV - Ramadan hari pertama dilalui warga Gaza dengan penuh keprihatinan. Meski sudah memasuki masa gencatan senjata, warga tetap waswas, khawatir situasi berubah sewaktu-waktu. Senyum ceria dan gelak tawa terpancar dari wajah-wajah malaikat kecil Gaza. Mereka bermain lentera yang dibuat dari kaleng soda kosong bersama teman-teman sebaya di hari pertama Ramadan. Anak-anak memang selalu bisa menemukan kebahagiannya di tengah himpitan kesulitan kehidupan. Dalam keadaan normal, bulan Ramadan menyatukan keluarga dan teman-teman untuk makan sahur dan berbuka puasa dalam suasana hangat penuh sukacita. Namun, perang mengubah segalanya. Kamelia Al Zamli menceritakan keluarganya tak punya uang sepeser pun untuk membeli bahan makanan. Untuk bertahan hidup, mereka bergantung sepenuhnya pada bantuan dan dapur amal. Bahkan Kamelia bergabung dengan ratusan orang berdesakan untuk mendapatkan makanan di dapur amal. Perang Israel-Hamas mengubah hidup keluarga kecil ini secara drastis. Meski gencatan senjata, Israel masih mengempur Gaza. Banyak bangunan porak-poranda. Tapi Masjid Agung Omari masih berdiri tegak menjadi berkah bagi warga Gaza untuk tarawih. Relawan Emergency Medical Team 12, Muhammad Reynaldi menceritakan betapa situasi di Gaza masih rentan serangan-serangan Israel. Serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 72 ribu warga Palestina menyisakan kehancuran. Dan membuat sebagian besar warga Gaza kehilangan tempat bernaung. Untuk membahas soal asa Ramadan warga Gaza di tengah kehancuran dan KTT Board of Peace yang digelar di Amerika Serikat, sudah ada Musthafa Abd Rahman, Pengamat Timur Tengah.