У нас вы можете посмотреть бесплатно ANAK MUDA DUKUNG PEMBANGUNAN MALUKU или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Nama : Kanidya Christandira Tuhumury Umur : 25 Tahun Pendidikan Terakhir: Magister Teologi Kristen Protestan Prestasi : Runner Up II Putri Indonesia Maluku 2017 Putri Indonesia Maluku Berbakat 2017 Duta Bahasa Provinsi Maluku 2023 Putri Pariwisata Provinsi Maluku 2023 Runner Up II Putri Pariwisata Indonesia 2023 (Predikat: Miss Marine Tourism Indonesia 2023) Putri Pariwisata Multitalent Indonesia 2023 Aktivitas lain : Aktif dalam pelayanan di gereja sebagai Singer juga Choir Sering menjuri pada beberapa event fashion show Aktivitas saat ini di Moa: Sebagai Duta Bahasa yang bermitra dengan Balai Bahasa Provinsi Maluku untuk memantau pelaksanaan Program Revitalisasi Bahasa Daerah (bahasa Moa) di Kabupaten Maluku Barat Daya, Kecamatan Moa. Program ini merupakan upaya pelestarian bahasa daerah yang di gagas oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Program Merdeka Belajar Episode ke-17 yang bertujuan melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah Indonesia yang terancam punah. Program ini dilakukan dengan pewarisan bahasa kepada generasi muda melalui pembelajaran di sekolah, pelatihan pengajar, serta berbagai kegiatan kreatif dan apresiasi seperti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Tujuannya adalah untuk memastikan penutur muda aktif menggunakan bahasa daerah, menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah, serta memperkuat identitas budaya bangsa. Pentingnya Pelestarian Budaya dan Bahasa Daerah di Kabupaten Maluku Barat Daya Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan salah satu wilayah di Provinsi Maluku yang kaya akan keberagaman budaya dan bahasa daerah. Letak geografisnya yang berupa gugusan pulau-pulau kecil menjadikan masyarakat Maluku Barat Daya memiliki identitas budaya yang kuat, unik, dan berbeda antara satu pulau dengan pulau lainnya. Kekayaan ini merupakan warisan leluhur yang tidak ternilai harganya dan menjadi fondasi jati diri masyarakat setempat. Bahasa Daerah sebagai Identitas dan Warisan Leluhur Di Kabupaten Maluku Barat Daya terdapat berbagai bahasa dan dialek lokal yang hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti di wilayah Kisar, Leti, Moa, Lakor, Damer, Wetar, Romang, Marsela, Luang, Sermata, dan sekitarnya. Bahasa-bahasa ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mengandung nilai sejarah, kearifan lokal, sistem pengetahuan tradisional, serta cara pandang masyarakat terhadap alam dan kehidupan. Namun, seiring perkembangan zaman, penggunaan bahasa daerah mulai mengalami penurunan, terutama di kalangan anak muda. Pengaruh globalisasi, dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing, serta perubahan pola hidup menyebabkan banyak generasi muda tidak lagi fasih menggunakan bahasa ibu mereka. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin bahasa-bahasa daerah di Maluku Barat Daya akan mengalami kepunahan secara perlahan. Oleh karena itu, pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan melalui penggunaan aktif dalam keluarga, lingkungan masyarakat, pendidikan informal, kegiatan adat, seni pertunjukan, serta media digital. Bahasa daerah harus kembali diposisikan sebagai kebanggaan, bukan sekadar simbol masa lalu. Budaya Lokal sebagai Penopang Jati Diri dan Pariwisata Selain bahasa, Maluku Barat Daya juga memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari adat istiadat, sistem kekerabatan, upacara adat, tarian tradisional, musik daerah, hingga nilai-nilai hidup yang diwariskan secara turun-temurun. Budaya seperti pela gandong, ritual adat, tarian tradisional, nyanyian rakyat, serta penggunaan pakaian adat dalam acara-acara penting merupakan wujud nyata identitas masyarakat Maluku Barat Daya. Budaya lokal ini bukan hanya berfungsi sebagai warisan spiritual dan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata budaya. Jika dikelola dengan baik, budaya Maluku Barat Daya dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat tanpa harus menghilangkan nilai sakral dan makna aslinya. Peran Strategis Anak Muda dalam Pelestarian Anak muda memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga dan melestarikan budaya serta bahasa daerah di Kabupaten Maluku Barat Daya. Dengan kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi, generasi muda dapat mendokumentasikan bahasa dan budaya lokal melalui tulisan, video, musik, media sosial, serta kegiatan komunitas. Pelibatan anak muda dalam sanggar seni, komunitas budaya, kegiatan adat, dan program pariwisata berbasis budaya menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan warisan leluhur. Anak muda bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga penjaga dan pengembangnya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Budaya dan bahasa daerah adalah akar kehidupan masyarakat Maluku Barat Daya. Jika akar ini terjaga dengan baik, maka pohon pembangunan akan tumbuh kuat dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang.