У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴LIVE: Masjid Tuha Indrapuri, Perpaduan Candi Lamuri dan Perjalanan Masuknya Islam di Tanah Aceh или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Menyusuri jejak Islam di Aceh tak lengkap rasanya tanpa mengunjungi Masjid Tuha Indrapuri. Ini merupakan salah satu di antara masjid tua yang ada di Aceh, usianya mencapai ratusan tahun sejak masa kolonial Belanda. Masjid bersejarah ini berdiri tegak di Desa Pasar, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, sekitar 24 kilometer ke arah utara Banda Aceh. Kompleks seluas 33.875 meter persegi berdiri sejak kejayaan Sultan Iskandar Muda (1607–1636). Bahkan, diperkirakan masjid ini dibangun pada awal abad ke-17 Masehi, menjadi bukti perpaduan budaya dan agama di Aceh. Konon, masjid ini dibangun di atas bekas bangunan candi Hindu-Buddha peninggalan Kerajaan Lamuri yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-12 Masehi. Hal ini terlihat dari bentuk struktur bangunan masjid yang bertingkat-tingkat, menyerupai gaya arsitektur Hindu. Transformasi fungsi bangunan menjadi masjid menandakan proses masuknya Islam secara damai di Aceh, yang dikenal dengan tradisi “Peureumeun” atau pemindahan tempat ibadah tanpa konflik. Bangunan masjid yang kokoh itu berdiri di atas fondasi lantai tingkatan kelima yang merupakan puncak bangunan tersebut. Dahulu, masjid ini beratapkan daun rumbia. Seiring waktu, warga mengubahnya dengan atap seng agar lebih tahan lama, namun tetap menjaga struktur bangunan awal. Tak hanya memiliki fondasi bertingkat lima, bangunan atap masjid ini juga dibuat bertingkat tiga dengan topangan 36 batang tiang kayu. Empat tiang menjadi saka guru. Masing-masing tiang tersebut memiliki diameter sekitar 0,28 meter. Uniknya, bangunan berusia ratusan tahun ini dibangun tanpa menggunakan paku. Seluruh tiang tersebut dikaitkan satu sama lain menggunakan metode pasak. Untuk memasuki bangunan bersejarah ini, jemaah harus melewati dua pintu, yakni pagar utama yang dilewati dengan menaiki 12 anak tangga untuk memasuki halaman. Kemudian kembali menaiki tiga anak tangga yang di sampingnya tersedia kolam kecil untuk berwudu sebelum menuju bangunan utama masjid. Suasana tenang dan sejuk menyelimuti jemaah saat berada di dalam masjid ini, sebab bangunannya lebih didominasi kayu dan terkesan terbuka. Hanya ada atap yang menjuntai panjang ke bawah serta sedikit dinding semen yang mengelilingi masjid. Suasana sejuk ini juga didukung aliran sungai yang berada di belakang bangunan masjid. Tak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Tuha Indrapuri juga menjadi saksi bisu peristiwa penting dalam sejarah Aceh. Masjid ini pernah digunakan sebagai tempat penobatan Sultan Muhammad Daud Syah pada 1878 Masehi, yang merupakan Sultan Aceh terakhir. Hingga kini masjid tersebut masih menjadi tujuan utama masyarakat untuk beribadah. Saban hari, tempat tersebut dijadikan lokasi salat berjemaah dan juga pengajian masyarakat sekitar. Program: Ngabuburit Asyik Editor: Faiz Fadhilah Uploader: Fachmi Rachman/M1 #localexperience #ngabuburitasyik #ramadhan2026 #masjidtuha #indrapuri #aceh #sejarah #sejarahislam