У нас вы можете посмотреть бесплатно GM AirNav Makassar Hindari Konfirmasi Media Soal Percakapan Terakhir Pilot-ATC или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #komukasiterakhir #pilot #atr42500 #GMairnav #bungkam Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNTIMUR.COM, MAROS – Hingga hari kelima pasca jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), sejumlah tanda tanya besar masih menyelimuti insiden tersebut. Salah satunya terkait komunikasi terakhir antara pilot dan petugas menara navigasi udara. Informasi yang disampaikan Air Navigation (AirNav) Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC) sejauh ini masih terbatas. Komunikasi yang diungkap hanya sebatas adanya arahan koreksi jalur penerbangan, tanpa penjelasan detail mengenai kondisi pesawat maupun respons pilot saat itu. General Manager (GM) AirNav MATSC, Kristanto, belum bersedia memberikan keterangan lebih jauh terkait percakapan antara pilot ATR 42-500 dan petugas air traffic controller (ATC). Kristanto tampak berada di Kantor Basarnas Makassar, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Rabu (21/1/2026), bertepatan dengan kunjungan Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana. Namun saat dimintai konfirmasi oleh awak media, Kristanto justru menghindar. "Siap-siap,” ucapnya singkat sambil berjalan menuju kendaraannya dan meninggalkan lokasi. Sebelumnya, Pesawat dengan registrasi PK-THT itu dilaporkan kehilangan komunikasi setelah menerima arahan terakhir dari Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC). Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan pesawat jenis ATR 42-500 buatan tahun 2000 tersebut dipiloti oleh Capt Andy Dahananto dan sedang melakukan pendekatan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. “Dalam proses pendekatan ke landasan pacu RWY 21, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga ATC memberikan arahan koreksi posisi,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (18/1/2026) lalu. ATC kemudian menyampaikan beberapa instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. “Namun setelah penyampaian arahan terakhir, komunikasi dengan pesawat terputus dan dinyatakan loss contact,” jelasnya. Menindaklanjuti kejadian tersebut, ATC Makassar langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) dan berkoordinasi dengan Basarnas serta aparat kepolisian. AirNav Indonesia Cabang MATSC juga segera menghubungi Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat dan Polres Maros untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan. Sebagai langkah lanjutan, pencarian difokuskan di wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang sekaligus dijadikan lokasi pendirian posko Basarnas. Pencarian lanjutan direncanakan melibatkan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas, yang dijadwalkan terbang pada pukul 16.25 Wita. Reporter: Nurul Hidayah Narator: Wa Ode Nurmin Editor: Andi Adbiyah Kurnia Dela (Mhs Magang UNM) / Sanovra J. R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ YouTube business inquiries: 081144407111