У нас вы можете посмотреть бесплатно Menjajal Sepatu Kulit Lokal Bergaya Internasional Buatan Bapak bapak dari Gang Sempit Jakarta Timur или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM – Aktivitas di sebuah rumah dalam gang sempit di Jakarta Timur tak pernah mati. Setiap hari, rumah itu didatangi bapak-bapak separuh baya yang memiliki keahlian dalam mengolah kulit menjadi sepatu. Bapak-bapak ini adalah pekerja terampil dari Flavio Boston, produk sepatu kulit berkualitas besutan kakak beradik Fauzul Rully (38) dan Irwan Fauzi (35). Flavio Boston beralamat di Jalan Marzuki 4, RT 06 RW 02 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Rumah yang ditinggali Rully di sana telah diubah menjadi wadah bagi Flavio Boston untuk menegaskan eksistensinya sebagai salah satu brand sepatu kulit lokal yang modis dan berkelas dengan gaya yang tak kalah berkualitas dari brand-brand internasional. Di sana terdapat pabrik rumahan, gudang, sekaligus galeri sepatu Flavio Boston yang telah bertahun-tahun berdiri. Suasana pabrik rumahan Flavio Boston selalu berwarna dengan kehadiran bapak-bapak separuh baya tadi. Tangan-tangan terampil mereka berjasa membantu Rully menghadirkan sepatu-sepatu kekinian dari kulit asli Indonesia. Di pabrik rumahan Flavio Boston, Rully mempekerjakan sekitar 10 pengrajin asal Jawa Barat. Setiap harinya mereka bekerja menjahit kulit, membikin bentuk sepatu, sampai menggubah kulit-kulit tersebut menjadi produk sepatu sesuai katalog. Naik ke lantai dua, pengunjung bisa langsung melihat produk-produk Flavio Boston yang dipamerkan pada galerinya serta bisa membeli jika ada yang pas di kantong dan pas di kaki. Menggunakan bahan kulit dari Jawa Barat dan Jawa Timur, Flavio Boston memiliki ratusan koleksi sepatu pilihan dengan kisaran harga Rp 300-400 ribu. Modelnya mayoritas formal, tapi tak sedikit juga yang kasual untuk dipakai bekerja maupun sekadar jalan-jalan bersama keluarga. Flavio Boston merupakan usaha turunan dari ayah Rully dan Irwan. Sejak tahun 80-an, ayah Rully telah memiliki pabrik sepatu kulit yang berada di rumahnya, yang kini masih bertahan sebagai pabrik sekaligus toko Flavio Boston di Penggilingan. Selepas kepergian sang ayah, Rully meneruskan geliat bisnis sepatu kulit ini dan mulai memberikan branding untuk produknya. Nama Flavio Boston diambil dari gabungan nama usaha sebelumnya yang masing-masing dimiliki Rully dan Irwan. Flavio dari Rully, Boston dari Irwan. “Flavio Boston itu dari semenjak tahun 2000-an ya, tahun 2000-an, 2008 gitu. Tapi kita buat hak merk itu baru 6 tahun terakhir sih. Jadi awalnya dari ayah, terus diturunin sampai mulai akhirnya bikin brand sendiri,” kata Rully. Dalam proses merintis Flavio Boston, Rully akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan kantoran. Pengalaman bekerja sebagai staf administrasi di beberapa perusahaan swasta selama 12 tahun kandas setelah Rully berkomitmen terjun sepenuhnya di bisnis sepatu kulit ini. Bagi Rully, dirinya harus memilih salah satu, antara karir dan usaha. Keputusan final yang diambilnya tak terlepas dari komitmen untuk menjaga warisan dari mendiang sang ayah. Flavio Boston sanggup bertahan di era digital dengan cara mengikuti tren konsumen di Indonesia. Rully masih ingat betul dahulu kala saat toko offline masih merajalela di Jakarta, ia dapat dengan mudah menyuplai sepatu kulit buatannya ke pedagang-pedagang. Dari Jakarta Utara ke Jakarta Selatan, dari Pasar Ular ke Taman Puring, banyak toko yang berlangganan padanya. Namun, memasuki periode 2015-an ke atas, terutama pada saat pandemi Covid-19, kondisi pasar berubah drastis. Sebagian besar konsumen mulai beralih ke toko online untuk membeli barang. Pengalaman berbelanja yang mudah dan tak menguras tenaga serta banyaknya promosi yang ditawarkan di platform belanja online memberikan kenyamanan tersendiri yang akhirnya mengubah drastis perilaku pembeli di Indonesia. Perubahan perilaku konsumen ini lah yang akhirnya juga mematikan geliat bisnis pedagang-pedagang offline di pasar-pasar yang rutin disambangi Rully. Mau tidak mau, Rully harus putar otak bagaimana membuat Flavio Boston dapat bersaing di era digital. Pelan-pelan, Rully mulai mempelajari digital marketing, terutama bagaimana menyajikan konten visual dengan storytelling yang kuat untuk menarik minat pembeli. Ia lalu memberdayakan tetangganya, seorang pemilik warung kelontong, untuk menjadi talent di media sosial dan toko online Flavio Boston. Kini, setelah merambah ke dunia online, penjualan Flavio Boston makin menjanjikan. Dalam sebulan, Rully bisa menjual sekitar 800 pasang sepatu, dari total sekitar 1.000 pasang yang diproduksi. Konsumen dapat dengan mudah membeli produk sepatu kulit berkualitas Flavio Boston dari marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, atau jika ingin melihat langsung koleksinya dapat menyambangi warehouse di Cakung. Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino Program: Local Experience VO: Saradita Oktaviani Editor Video: Eftian Rio Prayoga