У нас вы можете посмотреть бесплатно Highlight Honda DBL All-Star 2015 Goes to USA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Amerika, Kami Datang... Canda dan Tawa Sepanjang Perjalanan YANG ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Tim Honda DBL All-Star 2015 berangkat ke Amerika Serikat. Mereka bertolak dari Bandara Juanda, Surabaya, kemarin. Honda DBL All-Star dijadwalkan mendarat di San Francisco International Airport malam ini. Mereka sempat transit di Bandara Changi, Singapura. Grup yang berisi 38 orang itu mendarat di Negeri Singa pukul 13.10 setelah menempuh perjalanan 2 jam dari Juanda. Senyum dan raut wajah cerah ditampakkan para pemain putra dan putri Honda DBL All-Star saat keluar dari pesawat. Senyum mereka kian mengembang karena bisa merasakan kenyamanan KrisFlyer Gold Lounge di Terminal 3 Changi. Bagaimana tidak, di tempat itu, mereka bisa menikmati berbagai fasilitas sembari menunggu connecting flight selanjutnya. 'Kami mendapat pelayanan spesial karena penerbangan ke Amerika di-support Singapore Airlines,' ujar General Manager PT Deteksi Basketball Lintas (DBL) Indonesia Elfira Ahsanti Mahda yang turut bersama rombongan. Canda dan tawa terus mewarnai perjalanan mereka. Mulai di Surabaya, di atas pesawat bernomor penerbangan SQ2931 yang membawa ke Singapura, hingga di Changi, energi para pemain All-Star seakan tidak pernah habis. 'Ya, kami sangat bersemangat. Sangat menyenangkan bisa melakukan perjalanan jauh dengan teman-teman yang seru,' kata Aloysius Winston Swenjaya, pemain Honda DBL All-Star 2015 asal SMA Santo Yoseph Denpasar, saat bersantai di lounge yang menghadap ke runway Changi itu. Terang saja raut kelelahan belum tergambar pada wajah Winston dan teman-temannya. Sebab, mereka baru melakoni sebagian kecil perjalanan ke Amerika. Lepas dari Negeri Singa, mereka melanjutkan penerbangan ke Hongkong. Di negara yang pernah menjadi bagian dari Inggris itu, mereka transit selama 1,5 jam. Berikutnya, mereka melanjutkan trip sebelum kemudian landingdi San Fransisco. Jika dihitung dengan transit, para pemain Honda atau DBL All-Star 2015 harus melakoni perjalanan 24 jam plus 35 menit. Tim yang dikapteni Abram Nathan (putra) dan Christine Aldorra Tjundawan (putri) tersebut dijadwalkan tiba di San Fransisco pada 9 November pukul 19.40. Waktu di San Fransisco lebih lambat 12 jam daripada WIB. Sampai di sana, mereka langung beristirahat di hotel. Waktu istirahat itu memang benar-benar harus dimaksimalkan para pemain. Sebab, agenda belajar dan bermain basket di AS begitu padat. (nar/c5/nur)